Gunung Merapi Luncurkan 42 Kali Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi Luncurkan 42 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam kurun waktu 12 jam terakhir, terpantau puluhan kali guguran lava pijar yang mengarah ke sisi barat daya lereng Gunung Merapi.

Hanik Humaida selaku Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan bahwa data hasil pengamatan aktivitas Gunung Merapi pada periode tanggal 26 Februari 2020 pukul 18.00 hingga 24.00 WIB dan periode 27 Februari 2021 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Melansir detikcom hari Sabtu (27/2/2021) ini, Hanik menuturkan, “Pada periode Jumat (26/2) pada pukul 6 sore hingga tengah malam terjadi 18 kali guguran lava pijar. Sementara pada periode Sabtu (27/2) hingga pukul 6 pagi tadi ada 24 kali guguran lava pijar”.

Ia juga menjelaskan bahwa jarak luncur lava pijar Gunung Merapi mencapai 1,8 kilometer.

Baca Juga:  8 Pegawai Positif Covid-19, SMA Kebakkramat Lockdown

Sampai saat ini arah luncuran masih ke sisi barat daya yang meliputi Kali Boyong dan Krasak.

“Jarak luncur maksimal lava pijar yakni sejauh 1,8 kilometer ke barat daya,” tuturnya.

Hanik menambahkan, selama periode 12 jam BPPTKG mencatat kegempaan Merapi yang meliputi gempa guguran sebanyak 82 kali gempa guguran dan 4 kali gempa hembusan.

“Selama erupsi data guguran ini merupakan data pemantauan yang penting yang mencerminkan perkembangan erupsi. Saat ini jumlah guguran masih tinggi,” terangnya.

Sebelumnya, pada hari Kamis (25/2/2021) petang, Gunung Merapi juga alami erupsi. Jarak luncur awan panas lebih jauh dari awan panas yang terjadi pada sore harinya.

Pada hari Kamis (25/2/2021) kemarin, Hanik menuturkan, “Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 25 Februari 2021 pukul 18.42 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 51 milimeter dan durasi 175 detik”.

Baca Juga:  Gibran Pastikan Pemudik Yang Nekat Pulang Ke Solo Langsung Dikarantina

Ia juga menjelaskan bahwa jarak luncur awan panas diperkirakan sejauh 1.900 meter atau 1,9 kilometer.

Hingga saat ini, BPPTKG masih belum mengubah status Gunung Merapi dan masih ada di tingkat Siaga (Level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya.

Tags: , ,