Hajatan di Karanganyar Hanya Boleh Digelar Siang Hari

Hajatan di Karanganyar Hanya Boleh Digelar Siang Hari

Untuk informasi, Bupati Karanganyar Juliyatmono sudah mengizinkan masyarakat di wilayahnya untuk menyelenggarakan hajatan, resepsi, dan akad nikah menggunakan sistem piring terbang saat perpanjangan PPKM Mikro mulai Selasa hingga Senin (9-22/3/2021).

Namun pihaknya menekankan bahwa penyelanggaraan hajatan dan resepsi di Kabupaten Karanganyar hanya diizinkan saat siang hari saja.

Yuli, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa hajatan, resepsi, dan akad tidak boleh diselenggarakan saat malam hari.

Pada hari Rabu (10/3/2021) kemarin, Yuli mengatakan, “Saya memberikan kelonggaran hajatan. Yang kemarin banyu mili, sekarang kami izinkan (menata kursi) duduk, piring terbang. Boleh menata kursi dengan kapasitas maksimal 50% dari kapasitas tempat. Silakan hidupkan hajatan”.

Sementara itu, Yhopi Eko Jati Wibowo – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar- menambahkan bahwa Bupati mengambil kebijakan itu untuk mengakomodasi permintaan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Karanganyar.

Yhopi menuturkan, “Pak Bup melihat ada penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Pak Bupati juga mendengar masukan warga dan pelaku usaha”.

Ia juga mengaku sudah bertemu dengan sejumlah pelaku usaha yang dimaksud, misalnya pelaku usaha sound system, persewaan kursi dan kajang, jasa dekorasi, MC, organ tunggal, campur sari, dan lain-lain. Mereka tergabung dalam komunitas entertainment Karanganyar (Komenka).

Pertemuan tersebut untuk membicarakan komitmen Komenka terhadap kelonggaran yang diberikan Pemkab Karanganyar.

“Harapan beliau (Bupati Karanganyar) walaupun diperlonggar, masyarakat dan pelaku usaha tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah sudah mengizinkan resepsi supaya mereka bisa berkreativitas. Bantu kami dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Yhopi juga menyampaikan petugas Satpol PP di 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar akan tetap memantau pelaksanaan hajatan, resepsi, dan akad yang diselenggarakan masyarakat selama PPKM Mikro jilid 3.

“Tetap kami pantau. Karena kan penataan kursi harus berjarak 1,5 meter meskipun sudah boleh piring terbang. Kami minta teman-teman Komenka komitmen supaya tidak ada lagi pelanggaran di hajatan,” tandasnya.

Tags: , ,