Hampir Seluruh Daerah di NTT Terdampak Banjir Bandang

Hampir Seluruh Daerah di NTT Terdampak Banjir Bandang

Wakil Gubernur NTT, Joseph Nae Soi, memberikan informasi terbaru terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur.

Josep menyebut hampir seluruh kabupaten di NTT terdampak banjir.

Tetapi, terdapat delapan daerah dengan kondisi kerusakan terparah.

Dalam konferensi pers virtual pada hari Senin (5/4/2021) kemarin, Joseph menuturkan, “Memang dampak siklon tropis ini hampir seluruh kabupaten di NTT mendapat dampaknya tapi ada yang ringan, sedang dan berat”.

Ia menambahkan, “Yang berat itu 8 kabupaten/kota, antara lain Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua”.

Hingga Senin malam, Pemprov NTT mencatat terdapat 84 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor. Sementara itu, 71 orang masih dalam pencarian.

Mengingat bahwa situasi saat ini masih dalam kondisi pandemi, Joseph mengingatkan kepada masyarakat di NTT agar menghindari kerumunan.

“Kami minta masyarakat menghindari kerumunan. Dan kami mengimbau agar tokoh-tokoh masyarakat bisa meminjamkan tempat mereka supaya tidak terjadi ekskalasi (kerumunan warga yang mengungsi)”, ungkapnya.

Ia menjelaskan, “Langkah-langkah yang sudah diambil yaitu kerja sama dengan TNI-Polri membuat dapur umum. Kepada masyarakat hindari kerumunan dan supaya tokoh setempat ikut membantu sehingga bisa menghindari penularan Covid-19”.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo sudah menyiapkan tiga helikopter untuk membantu proses evakuasi maupun distribusi logistik kepada warga yang masih terisolir. Apabila masih kurang, BNPB akan meminta TNI dan Polri untuk menerjunkan unit tambahan untuk membantu evakuasi dan menyebar keperluan logistik bagi korban banjir bandang di NTT.

Tags: , ,