Harga Bitcoin Kembali Anjlok 20 Persen

Harga Bitcoin Kembali Anjlok 20 Persen

Pada perdagangan di hari Senin (11/1/2021) kemarin, harga Bitcoin kembali ke level US$ 31 ribu.

Harga tersebut anjlok sekitar 20 persen dari level tertingginya yakni sebesar US$ 42 ribu.

Mengutip dari CNN Business, dalam beberapa bulan terakhir Bitcoin mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Pada hari yang sama, James Putra selaku Wakil Presiden Strategi Produk TradeStation Crypto mengatakan, “Sangat menakutkan ketika harga Bitcoin langsung naik, sehingga dibutuhkan sedikit penurunan”.

Sementara itu, Ahli Strategi Bank of America menjelaskan bahwa lonjakan Bitcoin mungkin menjadi pemimpin dari semua penguatan yang pernah terjadi.

Penguatan mata uang kripto paling populer itu lebih besar dari penguatan emas di tahun 70an atau kenaikan harga perumahan di pertengahan tahun 2000-an.

Baca Juga:  Ramai Investor Baru Beli Saham Pakai Utang, BEI Berikan Himbauan

Sehingga, para ahli menilai bahwa penurunan Bitcoin hampir 20 persen dalam beberapa hari terakhir tersebut adalah koreksi yang sehat.

Sekadar informasi, Bitcoin pertama kali melampaui level US$ 20 ribu pada pertengahan Desember tahun lalu, dan melonjak di atas US$ 30 ribu pada awal bulan ini.

Lonjakan tersebut menjadi rebound besar dari titik terendah di atas US$ 4 ribu lantaran wabah Covid-19 yang membuat berbagai aset keuangan global anjlok.

Meski alami penurunan selama akhir pekan, namun mata uang digital itu masih mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini.

Pasalnya, dalam satu tahun terakhir Bitcoin telah meroket hingga 300 persen.

Beberapa analis bahkan memproyeksi bahwa Bitcoin masih bisa jatuh ke level US$ 28 ribu hingga US$ 30 ribu sebelum mencapai titik terendah.

Baca Juga:  Bernasib Sial, Pria Ini Malah Buang Hardisk Berisi Bitcoin Senilai Rp 3,9 T

Naeem Aslam -Kepala analis pasar di AvaTrade- menuturkan, “Ini bukan waktunya untuk panik, tetapi untuk melihat peluang ini dari sudut pandang yang lebih optimis. Karena kenaikan belum berakhir, dan masih cenderung melakukan perjalanannya ke atas”.

Tags: , ,