Harta Peninggalan China Dan Hindu Klasik Ditemukan Di Klaten

Harta Peninggalan China Dan Hindu Klasik Di Temukan Di Klaten

Penemuan harta karun peninggalan China dan Hindu klasik di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Oktober 1990 silam menghebohkan warga setempat.

Harta karun tersebut ditemukan enam warga di area persawahan di dekat sungai yang sedang di lakukan penggalian tanah. Hanya tetapi, cangkul salah satu warga membentur benda keras di kedalaman sekitar tiga meter yang merupakan guci.

“Kami menggali tanah untuk uruk, tapi guci kena cangkul sekitar kedalaman tiga meter. Ternyata setelah dikeruk ada empat guci tingginya sekitar 30 cm,” ucap Widodo, salah satu warga yang menemukan harta karun di kawasan Jogonalan, Klaten, seperti dilansir wartawan, Hari Senin (20/7/2020).

Penemuan harta karun di Jogonalan, Klaten, tersebut di benarkan Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deny Wahju Hidajat. Deny, menjelaskan harta tersebut ditemukan di Desa Wonoboyo pada 1990.

Baca Juga:  Gelar Kampanye di Masa Pandemi, Cabub-Cawabup Sragen Hadirkan Pertunjukan Virtual

“Sebanyak 27 kg emas dalam bentuk perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas, dan perlengkapan upacara lainnya. Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M,” ujarnya.

Guci yang di temukan Widodo dan lima temannya berisi perhiasan emas dan perak. Lantaran merasa takut, mereka melaporkan harta karun tersebut yang di temukan ke balai desa. Guci berbahan tembaga itu kemudian dibuka di balai desa.

“Ada empat guci saat itu yang kami temukan. Isinya perhiasan berbagai bentuk terbuat dari emas dan perak. Beratnya sekitar 37-38 kg seluruhnya,” sambung Widodo.

Harta karun yang ditemukan di kawasan Jogonalan, Klaten itu kemudian dibawa petugas cagar budaya. Widodo menyebut ada berbagai macam bentuk perhiasan di dalam guci, mulai dari kalung, gelang, mangkuk, tas, hingga koin. Semuanya terbuat dari emas dan perak.

Baca Juga:  Libur T’lah Tiba! PT. KAI Tambah Kuota Kursi Hingga 13 Persen

Penemu harta karun di Jogonalan lainnya, Sudadi, 55, mengatakan foto perhiasan itu dipajang di Rumah Situs Klaten. Di sana ada sekitar 20 foto perhiasan dari harta karun yang dipajang.

Widodo menambahkan, dua dari lima temannya yang menemukan harta karun tersebut sudah meninggal dunia. Jadi, kini hanya tinggal empat orang penemu harta karun tersebut.

“Yang gali itu saya, Witolakon, Hadisihono, Sudadi, Sumarno, dan Surip. Tapi Mbah Wito dan Pak Hadi sudah meninggal, tinggal empat orang,” tutupnya.

Berdasarkan hasil penelitian terungkap guci itu merupakan peninggalan China di masa Dinasti Tang pada abad IX. Sedangkan perhiasannya merupakan peninggalan masa Hindu klasik di Jawa Tengah lantaran terdapat ukiran relief Ramayana.

Tags: , ,