Hati-Hati Gunakan Knalpot Brong

Suara berisik dari knalpot brong diklaim memicu stress di kalangan masyarakat. Hal ini berdampak pada polusi suara disamping polisi udara yang dihasilkan dari asap knalpot.

“Kalau dari yang pernah dilakukan penelitian, suara pada knalpot Racing itu 71 dB dalam kondisi diam, dan bisa menyentuh angka 97 dB ketika digas, bahkan lebih. Oleh karena itu sangat menggangu gendang telinga kita,” terang pakar lingkungan Universitas Sebelas Maret, Prabang Setiyono saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/7).

Dikatakan, dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009 ambang batas tingkat kebisingan berbeda-beda tergantung kapasitas mesin sepeda motor. Untuk motor di bawah 80 cc maksimal 77 dB, untuk kendaraan antara 80 hingga 175 cc maksimal 83 dB, sedangkan 175 cc ke atas 80 dB.

Baca Juga:  Suami Yulia Minta Pembunuh Istrinya Dihukum Mati

“Manusia dapat mendengar suara antara 0 hingga 140 dB. Namun batas kewajaran tingkat kebisingan adalah 80 dB,” tegas Prabang.

Jika suara tersebut terus menerus didengarkan dalam kurun waktu yang lama, lanjut Prabang, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gangguan pada fungsi pendengaran. Bahkan memicu stress.

“Karena sudah mengena ke saraf otak kita. Jadi mudah emosi, berhalusinasi, dan lain sebagainya. Biasanya menyasar pengguna knalpot itu atau pegawai bengkel,” ungkapnya.

Tak hanya suara saja yang berbahaya, namun gas buang yang ditimbulkan juga sangat berbahaya. Pasalnya, knalpot ini tidak memiliki penyaringan emisi gas buang.

“Sehingga, emisi gas buang yang dihasilkan oleh knalpot racing menjadi lebih berbahaya. Bisa memicu polusi udara. Bila terhirup oleh pernafasan. Bisa menyebabkan orang yang memiliki riwayat penyakit asma, atau paru-paru mengalami gangguan,” katanya.

Tags: , ,