Hotel Bintang 4 dengan Pemandangan Kampung Batik Sudah Dibuka

Wisata Solo Raya kembali diramaikan dengan hadirnya hotel dengan konsep unik yang berdiri di kawasan wisata kampung batik kota Bengawan. Akasia Hospitality, sebagai manajemen properti yang besar di kota Solo kembali merilis unit hotel barunya Solia Zigna Laweyan yang berlokasi di Jl. Dr Rajiman No 525 Laweyan,  sudah resmi beroperasi pada hari Sabtu, (10/10/2020) silam.

Ditemui oleh Soloraya.id dalam sebuah wawancara eksklusif, General Manager Solia Zigna Laweyan, Gusti Muchlis, menjelaskan bahwa inisiatif untuk membuka hotel baru di kawasan kampung batik ini berasal dari pimpinan manajemen yang melihat adanya potensi besar di kawasan tersebut, ditambah belum ada hotel berbintang 4 yang berdiri.

“Dari kawasan Klewer sampai kampung batik ini kan belum ada hotel bintang 4, oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu pertimbangan owner untuk bisa membangun hotel yang bisa mengakomodir kawasan ini, kebetulan juga, kita (manajemen) punya sebidang tanah di area ini. Akhirnya setelah melakukan feasibility business, diputuskanlah untuk membuka hotel baru di kawasan ini.” Jelas Gusti kepada Soloraya.id, Rabu (14/10/2020).

Proses pembangunan berlangsung 2 tahun, sebelum masa pandemi terjadi. Awalnya pembangunan hotel ini ditargetkan bisa satu tahun namun karena adanya pandemi, proses pembangunannya mundur hingga dua tahun. Pembukaan yang harusnya dijadwalkan pada bulan Maret 2020 silam juga tertunda hingga 10 Oktober kemarin.

Target pasar terbesar yang dibidik oleh Solia Zigna tentunya pada pasar MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition). Artinya, beberapa meeting-meeting dari kota-kota besar dan provinsi menjadi dominan untuk target pasar utama. Apalagi Solia Zigna memiliki 9 meeting room dengan kapasitas total mencapai 600 pax

Baca Juga:  5 Istilah Khas Solo yang Sudah Membumi

Karena kawasannya yang berada di Kampung Batik Laweyan, Solia Zigna juga menargetkan leisure atau wisata sehingga ada industri yang bisa dijual  serta destinasi yang lebih tepat sasaran dimana para tamu yang menginap di hotel ini langsung mendapat gambaran bahwa mereka pasti akan berwisata ke kampung batik. Gusti yakin bahwa area Kampung Batik Laweyan ini masih memiliki titik-titik alami yang menarik untuk dijadikan destinasi wisata.

Konsep yang diusung membawa suasana tradisional dan kekinian. Dijelaskan oleh Gusti, salah satu bangunannya, Canting Londo yang digunakan sebagai restoran merupakan bangunan tua era kolonial di tahun 1920an, sehingga pihak hotel ingin memberikan suasana historis.

Gusti juga menambahkan, konon dulu Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pernah menempati bangunan itu. Sebelumnya juga, Raja Mataram, Panembahan Senopati, juga pernah singgah di bangunan ini. Kemudian singkatnya, bangunan ini diberikan kepada salah satu saudagar batik di kawasan Laweyan. Bangunan ini sebenarnya  terintegrasi dengan bangunan lainnya, namun pada masanya ada pembagian lahan saat generasi berganti.

Untuk sisi milenial, Solia Zigna menyediakan spot-spot menarik yang Instagramable. Khususnya di area Canting Londo, resurant dengan sajian menu-menu western, oriental dan Indonesian ini memberikan kesan tradisonal dan histrois bangunan kolonial yang identik dengan pintu-pintu yang tinggi serta desain stensil era jaman kolonial. Gusti juga menerangkan bahwa waktu yang tepat untuk berswafoto adalah waktu sore hari karena refleksi sinar matahari yang memantul saat akan terbenam dapat memberikan suasana ikonik dari Solia Zigna.

Baca Juga:  Debat Terbuka Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Digelar 6 November 2020

Selain itu juga warna cat dari Solia Zigna ini abu-abu mild yang juga menjadi warna tren milenial saat ini sehingga saat diambil fotonya, hasilnya tidak terlalu mencolok. Area restoran Canting Londo ini juga bisa digunakan untuk acara indoor ataupun outdoor. Untuk halaman outdoor belakang restauran, memiliki suasana yang teduh dengan pepohonan dan rencanaya akan disediakan Live Music untuk menambah suasana.

Rencanaya Solia Zigna juga akan membangun miniatur Laweyan sebagai bentuk mendukung para pengrajin batik di kawasan tersebut. Bahkan Gusti juga berinisiatif untuk menggelar peragaan busana batik di jalan seperti yang sudah digelar sebelumnya. Selain itu juga akan dibuat  program Laweyan Journey, dimana para tamu bisa menikmati wisata batik secara langsung. Nantinya tamu bisa naik becak dan jalan-jalan di kampung batik Laweyan, melihat ragam karya batik setempat.

Kamar yang tersedia ada 130 kamar dengan beragam tipe, mulai dari deluxe, executive, junior suit dan laweyan suit. 4 kamar diantaranya ada di area Canting Londo. Beberapa kamar dilengkapi dengan balkon sehingga tamu bisa menikmati suasana kampung batik laweyan dari atas dan juga menikmati pemandangan sunset yang memukau karena hotel sendiri menghadap ke barat.

Hotel Solia Zigna ini adalah property keempat yang dibuka dari manajemen Akasia Hospitality di Solo. Sebelumnya, tiga property lainnya sudah berdiri di Solo, diantaranya ada Adhiwangsa Hotel & Convention, Amarelo Hotel  dan Solia Hotel Yosodipuro.

Tags: , ,