Ikut Cegah Covid-19, ISI Solo Ciptakan Tembang Dolanan

Sebagai bentuk partisipasi untuk memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19, tim dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Solo berkolaborasi dalam penelitian artistik tentang penciptaan tembang dolanan anak dengan buku sebagai medianya.

Tim dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Solo berkolaborasi dalam penelitian artistik tentang penciptaan tembang dolanan anak dengan buku sebagai media edukasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Mereka adalah dosen Prodi Karawitan Fakultas Seni Pertunjukkan sekaligus ketua penelitian, Waluyo, dosen Prodi Desain Komunikasi Visual FSRD, Basnendar Herry Prilosadoso sebagai anggota.

Basnendar mengatakan, penelitian artistik ini direncanakan berupa tembang dolanan berisi materi pencegahan dan persebaran Covid-19 untuk siswa sekolah dasar yang terdiri dari (enam) tembang. Yaitu “Gusti”-pelog nem, “Prei Ra Sekolah”-pelog nem, “Virus Corona”-slendro manyura, “Ayo Kanca”-slendro manyura, “Kangen Sekolah”-pelog barang, dan “Waspada”-pelog barang.

Sebagai bentuk partisipasi untuk memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19, tim dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Solo berkolaborasi dalam penelitian artistik tentang penciptaan tembang dolanan anak dengan buku sebagai medianya.

Baca Juga:  Angka Covid-19 Solo Muncul 8 Kasus Baru

Tim dosen ini diantaranya ada dosen dari Prodi Kawaritan Fakultas Seni Pertunjukan sekaligus ketua penelitian Waluyo. Dosen prodi Desain Komunikasi Visual FSRD, Basnendar Herry Prilosadoso sebagai anggota.

Basnenda mengatakan, penelitian artistik ini direncanakan berupa tembang dolanan berisi materi pencegahan dan bersebaran Covid-19 untuk siswa sekolah dasar yang terdiri dari enam tembang, yaitu “Gusti” –pelog nem, “Prei Ra Sekolah” –pelog nem, “Virus Corona” –dlendro manyura, “Ayo Kanca” –slendor manyura, “Kangen Sekolah” –pelog barang dan “Waspada” –pelog barang.

“Proses pengambilan suara sampai mixing tembang dolanan ini dilakukan di studio karawitan Prodi Karawitan, FSP ISI di kampus Kentingan beberapa waktu lalu. Dua anak sebagai pelantun tembang dolanan tersebut adalah Bakuh Naufal Syarif, siswa Kelas V SD Al-Islam II Jamsaren, Serengan, Solo dan Nuksmarani Sri Cempasari siswa Kelas V, SD Cemara Dua Banjarsari, Solo,” ujar Basnendar, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga:  1 RT di Kelurahan Bumi Solo Karantina Wilayah

Sedangkan buku yang disusun berisi materi penjelasan tembang dolanan sebagai media publikasi mengenai pencegahan dan penyebaran Covid-19. Penyusunan buku ini melibatkan illustrator Roman Aqviriyoso, mahasiswa Prodi DKV ISI Solo.

“Pak Waluyo berharap hasil riset ini bisa disosialisasikan dengan menjalin kerja sama dengan stakeholder agar hasil karya ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” imbuhnya.

Kolaborasi ini juga sebagai bukti perpaduan lintas bidang ilmu, yaitu seni karawitan dan desain komunikasi visual dalam proses penciptaan karya seni artistik.

Sementara itu, Basnendar menambahkan skim penelitian artistik ini lolos didanai DIPA ISI Solo tahun 2020 yang diselenggarakan oleh LP2MP3M kampus setempat.

Tags: , ,