Ini Sanksi Bagi Pelanggar “Jateng di Rumah Saja” di Solo

Ini Sanksi Bagi Pelanggar "Jateng di Rumah Saja" di Solo

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyusun aturan teknis terkait kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “Jateng di Rumah Saja”.

Tak banyak perbedaan antara aturan di kebijakan baru ini dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, sanksinya lebih berat.

Terkait dengan sektor usaha mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pasar tradisional hingga mal tetap buka dengan pembatasan di akhir pekan nanti.

Pada hari Kamis (4/2/2021) kemarin, FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo menuturkan, “Warga yang melanggar protokol kesehatan disanksi kerja sosial 8 jam. Pelaku usaha bisa kita cabut izinnya, ditutup sampai 1 bulan”.

Untuk informasi, aturan penerapan “Jateng di Rumah Saja” di Kota Solo tertuang dalam SE Wali Kota Surakarta nomor 067/258.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu masih mengizinkan pedagang untuk tetap berjualan asalkan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

“Jualan wedangan ya jualan aja tapi tetap protokol kesehatan, kalau nekat melanggar ya ditutup,” tegasnya.

Lalu untuk jam operasional mal, toko ritel, dan toko kelontong dibatasi pukul 10.00-20.00 WIB.

Bagi pedagang kuliner masih seperti SE sebelumnya, yakni sesuai jam operasional masing-masing, tetapi dibatasi kapasitasnya menjadi 25 persen.

“Mal, toko modern, toko ritel, wajib mendirikan posko penegakan protokol kesehatan”, katanya.

Sementara untuk kegiatan ataupun tempat yang dilarang adalah car free day, event seni budaya, objek wisata, tempat bermain, arena ketangkasan, diskotek, pub, karaoke, game online, warnet, perpustakaan dan taman cerdas.

Pihaknya juga masih mengizinkan hajatan digelar dengan pembatasan tamu undangan.

“Hajatan tetap diperbolehkan dengan pembatasan maksimal tamu 300 orang dan hanya di hotel atau gedung,” tuturnya.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Namun, Rudy tetap melarang warga yang tidak memiliki kepentingan untuk tetap di rumah saja selama akhir pekan ini.

Petugas Linmas di RW serta Jogo Tonggo juga diminta mengawasi kegiatan warganya.

“Yang diwajibkan di rumah saja adalah warga masyarakat yang tidak beraktivitas, tetap di rumah selama dua hari, 6-7 Februari. Linmas di kelurahan diwajibkan mengontrol keliling di RW masing-masing”, jelasnya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Solo. Mereka telah menggelar rapat dan memutuskan bahwa kegiatan Car Free Day ditiadakan.

“Kalau ada yang berani jualan, barang-barangnya akan diangkut oleh Satpol PP”, terangnya.

Tags: , ,