Inilah Kunci Hadapi Resesi Ekonomi RI Menurut Ekonom INDEF

Inilah Kunci Hadapi Resesi Ekonomi RI Menurut Ekonom INDEF

Negara dapat mengalami resesi apabila ekonominya memiliki pertumbuhan negatif berturut-turut selama dua kuartal atau lebih.

Indonesia mengalami ekonomi yang tumbuh minus 5,32% pada Kuartal II 2020. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi masih akan tumbuh negatif hingga 2,9% pada Kuartal ke III nanti.

Lebih lanjut, Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 lebih buruk dari perkiraan awal. Indonesia pun kemungkinan bakal memasuki resesi ekonomi. Artinya, resesi ekonomi sudah dapat diperkirakan akan menimpa Indonesia.

Dalam menghadapi resesi, Bhima Yudhistira -Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)-menyarankan masyarakat untuk dapat lebih berhemat ketika resesi ekonomi.

Cara yang paling dapat dilakukan adalah dengan menunda pembelian barang kebutuhan sekunder dan tersier, termasuk barang yang terkait gaya hidup.

Baca Juga:  Siap Disidangkan, Berkas Dua Petinggi PT DI Telang Rampung

“Fokus saja pada kebutuhan makanan dan kesehatan. Itu yang utama di saat resesi ekonomi berbarengan dengan krisis kesehatan”, katanya.

Mengenai penghematan yang dilakukan masyarakat, menurutnya memang akan berdampak pada konsumsi di tingkat rumah tangga, sehingga masyarakat hanya memenuhi kebutuhan dasar seperti membeli bahan makanan dan minuman.

Sementara pengeluaran untuk produk-produk sekunder atau tersier seperti tas bermerek, gadget, pakaian mahal, atau barang-barang berharga akan dapat menghemat konsumsi.

Bhima menjelaskan, “Ini lebih ke persiapan worst scenario. Kalau boros nanti repot sendiri, jangan sampai berutang untuk biayai gaya hidup padahal tidak sesuai kebutuhan yang prioritas”.

Ia juga menyarankan agar masyarakat memiliki dana darurat setidaknya 30% dari total seluruh pendapatan.

Baca Juga:  Perjalanan Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

“Jadi ada bekal untuk biaya hidup. Dana emergency juga bisa dipakai ketika sakit atau kebutuhan mendesak lainnya”.

Jika masyarakat ingin tetap berinvestasi, Bhima mengajurkan agar memilih aset aman seperti: deposito bank, logam mulia, dan obligasi. Menurutnya, tiga aset tersebut bisa menjadi tempat lindung nilai terbaik ketika bencana ekonomi meningkat.

Tags: , ,