Inilah Tempat Religi di Wonogiri yang Kerap Dikunjungi Pejabat Sebelum Nyalon Pilkada dan Pileg

Inilah Tempat Religi di Wonogiri yang Kerap Dikunjungi Pejabat Sebelum Nyalon Pilkada dan Pileg

Wonogiri memiliki beberapa tempat wisata keramat bernuansa religi yang sering dikunjungi oleh pejabat atau politisi sebelum mereka mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau bahkan kepala daerah.

Matnawir -salah satu pemerhati tempat wisata religi- menyampaikan bahwa selama ini ada dua tempat di Wonogiri yang populer dan biasa dikunjungi mereka yang punya kepentingan tersebut.

Yang pertama adalah Sendang Siwani yang berada di Kecamatan Selogiri.

Matnawir menjelaskan bahwa di Sendang Siwani terdapat petilasan Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa.

RM Said merupakan seorang pejuang yang mencapai derajat tertinggi, yakni seorang raja. Petilasan dan sosoknya tersebut menjadi simbol yang diagungkan.

Yang kedua, di Khayangan terdapat petilasan tapa Raja Mataram yaitu Sultan Agung Hanyakrakusuma. Selain Sultan Agung, ada beberapa raja di tanah jawa juga bertapa di daerah tersebut.

Matnawir menambahkan bahwa tidak hanya dua tempat itu saja. Namun, ada beberapa lagi tempat di Wonogiri lainnya yang biasa dikunjungi pejabat atau politisi.

Beberapa tempat itu diantaranya Sendang Sinangka yang berada di Kecamatan Selogiri, Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito, dan tempat-tempat lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga beberapa makam yang sering dikunjungi, antara lain, Makam Pertama Bupati Wonogiri, Raden Hangabehi (R Ng) Djojosoedharso, makam Kiai Nur Muhammad di Kecamatan Baturetno, makam Kiai Sidik Premono di Kecamatan Tirtomoyo, makam Gedong Giyono yang berada di Kecamatan Purwantoro, makam Gunung Giri yang berada di Kecamatan Wonogiri.

Matnawir menuturkan, “Makam orang yang sering dikunjungi tersebut semasa hidupnya mempunyai derajat yang tinggi. Biasanya orang zaman dahulu jika mempunyai derajat tinggi dimakamkan di perbukitan”.

Menurutnya, orang yang berkunjung ke daerah tersebut, biasanya mempunyai hajat, urusan pekerjaan, rezeki dan lain-lain. Adapun cara atau ritual yang dijalankan juga berbeda-beda.

“Setiap orang mempunyai cara tersendiri yang diyakini agar hajatnya terkabul. Selain itu setiap tempat mempunyai sejarah tersendiri. Di satu tempat jika dilakukan pada malam ini, dengan cara ini, maka akan mendapatkan ini. Begitu kiranya,” imbuhnya

Matnawir juga menjelaskan, biasanya orang-orang tersebut melakukan ritual pada malam hari. Karena suasana malam lebih hening. Dan biasanya dilakukan pada malam tertentu, seperti malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Tetapi setiap pengunjung mempunyai kriteria sendiri.

Incoming search terms:

  • makam gedong giyono
  • makam keramat di wonogiri
  • wisata religi Wonogiri
Tags: , ,