Investasi Minus, Jokowi Tegur Luhut dan Bahlil

Investasi Minus, Jokowi Tegur Luhut dan Bahlil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Masih seperti sebelumnya, Jokowi menyinggungnya terkait investasi.

Seperti yang diketahui, Luhut sebelumnya sudah diperingatkan Jokowi, jangan sampai kontraksi pertumbuhan investasi lebih dari -5%. Namun menurut bocoran yang didapat Jokowi pertumbuhan investasi kuartal III-2020 bisa mencapai -6%.

Saat membuka Sidang Kabinet Paripurna hari Senin (2/11/2020), Jokowi mengatakan, “Investasi kita juga di kuartal III-2020 masih minusnya di atas 5%, tapi nanti kita tunggu hitung-hitungan dari BPS. Kurang lebih nanti -6%. Saya sudah mewanti-mewanti kepada kepala BKPM dan Menko Marinves agar paling tidak di kuartal III-2020 ini bisa minus di bawah 5% tapi ternyata belum bisa”.

Kinerja investasi pada kuartal III 2020 diprediksi masih tertekan cukup dalam. Jokowi mengungkapkan prediksinya, investasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, masih terkontraksi hingga minus 6 persen sepanjang Juli-September.

Kontraksi kinerja investasi kuartal III tersebut masih lebih dalam ketimbang target yang sempat diberikan Jokowi kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi dan Kepala BKPM. Dalam rapat terbatas level menteri yang digelar pada akhir Agustus lalu, presiden meminta agar kinerja investasi dijaga tak tembus minus 5 persen di kuartal III.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi memberikan pekerjaan rumah khusus untuk Luhut Binsar Pandjaitan. PR itu adalah menjaga pertumbuhan investasi yang sudah turun terlalu dalam.

Di depan para menteri yang lain, Jokowi mengatakan langsung kepada Luhut, investasi adalah salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020. Apalagi kuartal ketiga nanti menjadi penanda apakah Indonesia resmi resesi atau tidak.

Meski masih terkontraksi dalam, sebenarnya kinerja investasi kuartal III masih lebih baik ketimbang capaian kuartal II, yang dilaporkan sebesar minus 8,61 persen.

Presiden pun meminta jajarannya, khususnya BPKM dan Kementerian Marinves agar bisa menggenjot investasi di kuartal IV 2020 dan berlanjut di kuartal I 2021 mendatang. Selain itu, untuk memperbaiki kinerja ekonomi nasional, Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga mempercepat realisasi belanja di akhir tahun.

Ia menjelaskan, kuartal IV adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki kinerja pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2020. Bahkan, Jokowi menargetkan kuartal seluruh roda penggerak ekonomi nasional bisa melaju kencang dan menorehkan hasil positif.

Tags: , ,