Investor Ancam Kabur Jika Bupati Karanganyar Tetap Naikkan UMK

Investor Ancam Kabur Jika Bupati Karanganyar Tetap Naikkan UMK

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karanganyar ancam tidak akan berikan rekomendasi ke sejumlah investor yang akan mengembangkan usahanya di Kabupaten Karanganyar.

Hal tersebut karena Apindo menilai bahwa terkait langkah bupati yang mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) 2021 dan disesuaikan dengan kenaikan dari upah minimum provinsi (UMP) sebesar 3,27 persen.

Langkah bupati juga dianggap tidak sesuai dengan slogan pemerintah Kabupaten Karanganyar yang pro-investasi dan sangat memberatkan pengusaha di Karanganyar.

Edy Dharmawan selaku Ketua Apindo Kabupaten Karanganyar mengatakan bahwa langkah kebijakan bupati terkait dengan usulan UMK yang diajukan ke provinsi sangatlah memberatkan pengusaha di Karanganyar ditambah saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Edy menambahkan, “Sampai saat ini Pak bupati tidak pernah memihak teman-teman pengusaha, makanya nanti akan kami sampaikan ke investor yang akan masuk ke Karanganyar untuk bisa membatalkan karena pemerintah tidak ada keberpihakan”.

Baca Juga:  Soal UMK Karanganyar Paling Tinggi, Bupati: Ada Rumusnya, Keputusan di Gubernur

Ia juga menjelaskan, “Pak bupati awalnya memang setuju dengan masukan Apindo. Malah beliau juga sempat bilang kalau dinaikkan duite sopo (uangnya siapa) kondisi seperti ini,” ucap Edy.

Dengan adanya usulan tersebut, dikhawatirkan beban harga pokok produksi yang dioleh oleh sejumlah pengusaha mengalami kenaikan signifikan karena UMK sendiri juga mengalami kenaikan.

Edy menuturkan, “Kami sudah memberikan gambaran, kalau dinaikan imbasnya akan sangat besar. Karena acuan teman-teman pengusaha untuk bisa investasi di wilayah salah satunya melihat UMK itu”.

Sementara itu, Yuli sapaan akrab Bupati Karaganyar itu menjelaskan bahwa pengusaha masih diberi kesempatan untuk melakukan perundingan dengan serikat pekerja di masing-masing perusahaan untuk menentukan nilai UMK teresebut.

Baca Juga:  Sebulan Tambah 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Minta Warganya Tak Mudik

Untuk informasi, Bupati Karanganyar yakni Juliyatmono mengusulkan UMK 2021 sesuai kenaikan UMP yakni 3,27 persen dari UMK saat ini.

Yuli menjelaskan, “Keputusan menggunakan formula yang sama dengan provinsi, yakni dinaikkan menjadi 3,27 persen dari UMK sekarang. Pemprov saya kira juga sudah memmperhitungkan. Dan bukan berarti saya berpihak ke buruh, kalau ada masalah bisa itu nanti dimusyawarahkan antara pengusaha di perusahaan dengan serikat”.

Tags: , ,