Iran Rundingkan Perjanjian 25 Tahun dengan China

Iran Rundingkan Perjanjian 25 Tahun dengan China

Pemerintah Iran sedang merundingkan sebuah perjanjian strategis untuk 25 tahun dengan Tiongkok. Mengenai isi dan ketentuan soal perjanjian akan diumumkan bila kesepakatan sudah dicapai oleh kedua negara,

Mengutip AFP pada hari Senin (6/7/2020) kemarin, Mohammad Javad Zarif -Menteri Luar Negeri Iran- memberikan informasi soal perundingan tersebut dalam sesi rapat di parlemen pada Minggu (5/7/2020) waktu setempat. China diketahui merupakan mitra perdagangan top bagi Iran.

Zarif mengatakan, “Dengan keyakinan dan tekad, kita sedang merundingkan sebuah perjanjian strategis 25 tahun dengan China.”

Suasana tegang dan sengit dirasakan saat rapat di parlemen berlangsung, Menteri Luar Negeri Iran itu sempat diejek oleh beberapa anggota yang hadir, terkait pentingnya dalam merundingkan kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan negara-negara kekuatan dunia.

Baca Juga:  Google Play Music Pensiun, Bagaimana Nasib Penggunanya?

Kehadiran Zarif dalam rapat di parlemen itu merupakan yang pertama sejak para anggota parlemen kembali mulai bekerja sejak akhir Mei lalu, setelah pemilihan yang didominasi kalangan konservatif dan ultra-konservatif.

Zarif menegaskan bahwa ‘tidak ada rahasia’ soal perjanjian dengan China itu. Tapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal ketentuan di dalamnya.

Pada bulan Januari 2016 saat Xi Jinping -Presiden China- berkunjung ke Teheran, Zarif sudah berniat mengungkapkan kepada pubrik soal perjanjian dengan China itu.

China diketahui menjadi pasar penting bagi ekspor minyak mentah Iran, yang telah dibatasi oleh sanksi-sanksi AS. Tahun 2015 kesepakatan nuklir memberikan keringanan sanksi bagi Negeri 1000 Fullah itu, sebagai batasan atas pembatasan program nuklir negara tersebut. Namun kalangan konservatif Iran dengan gigih menentang kesepakatan multilateral itu, dengan menyatakan AS tidak pernah bisa dipercaya.

Baca Juga:  Rilis Single dan Video Klip Baru, Ariana Grande Jadi Presiden AS

Beberapa waktu lalu, Ayatollah Ali Khamenei -Pemimpin Tertinggi Iran- secara terang-terangan mendukung kemitraan bilateral strategis dengan China. Perjanjian dengan China menjadi topik hangat di media sosial Iran sejak bulan lalu saat mantan Presiden Mahmud Ahmadinejad mengecam perundingan yang berlangsung dengan negara asing.

Tags: , ,