Jadi Tersangka, Eks Anggota DPRD Jabar Ditahan KPK

Jadi Tersangka, Eks Anggota DPRD Jabar Ditahan KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan status tersangka sekaligus menahan Abdul Rozak Muslim (ARM). Yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus perkara suap terkait pengurusan dana bantuan Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu Tahun Anggaran (TA6 2017 hingga 2019.

Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers mengatakan, perkara ini merupakan salah satu dari banyak kasus yang diawali dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Menurut Karyoto, proses penyidikan dan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, penyidik KPK kemudian menemukan bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

“Kemudian, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan sejak bulan Agustus 2020 dengan menetapkan seorng tersangka ARM (Abdul Rozaq Muslim) yang merupakan (mantan) Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 s.d. 2019,” kata Karyoto kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca Juga:  KPK Tangkap 17 Orang Dalam Rombongan Menteri KKP Edhy Prabowo

“Tersangka ARM (Abdul Rozak Muslim) disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” jelasnya.

“Untuk kepentingan penyidikan, pada hari ini setelah dilakukan pemeriksaan kepada tersangka ARM (Abdul Rozak Muslim), penyidik akan melakukan penahanan untuk 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 16 November 2020 sampai dengan 05 Desember 2020 di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih,” tegasnya.

Menurut Karyoto, sebelumnya pada 15 Oktober 2019 KPK menggelar kegiatan OTT di Indramayu. Hasilnya, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Selain itu, KPK menyita uang tunai yang terkait dengan kasus perkara tersebut sebesar Rp 685 juta.

Baca Juga:  HRS Tolak Uji Usap Covid-19 Pemkot Bogor, Bima Arya: Ini Wilayah NKRI!

Keempat (4) orang tersangka yang ditetapkan setelah kegiatan OTT KPK itu adalah SP (Supendi) mantan Bupati Indramayu 2014-2019 dan OMS (Omarsyah) mantan Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Tersangka berikutnya WT (Wempy Triyono) mantan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Indramayu dan CAS (Carsa AS) pihak swasta. Saat ini seluruh tersangka tersebut telah divonis majelis hakim Tipikor dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Tags: , ,