Jagal Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Divonis Hukuman Mati

Jagal Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Divonis Hukuman Mati

Diberitakan sebelumnya, Henry Taryatmo (41) ditetapkan sebagai pelaku tunggal dalam pembunuhan empat orang sekeluarga di Dukuh Slemben, Desa Duwet, Baki, Sukoharjo pada hari Rabu (19/8/2020) silam.

Merasa terdesak atas utangnya, Henry ingin memiliki mobil korban dengan cara menghabisi nyawa mereka.

Seperti yang diketahui, Henry bersahabat sejak kecil dengan korban bernama Suranto (42) yang merupakan kepala keluarga.

Istri dan anak Suranto, Sri Handayani (36), Rafael (10) dan Dinar (6) pun sudah akrab dengan Henry.

Henry diketahui melakukan pembunuhan dengan pisau yang diambilnya dari dapur korban.

Dia membunuh satu per satu korban dengan menusukkan pisau berulang kali.

Atas perbuatannya yang sadis tersebut, kini Henry dijatuhi vonis hukuman mati.

Baca Juga:  Polresta Solo Sita 47 Motor di Panularan Solo

Ia terbukti bersalah telah menghabisi empat nyawa empat orang sekeluarga di Sukoharjo tersebut.

Pada hari Senin (15/2/2021) kemarin, vonis tersebut ditetapkan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.

Untuk informasi, sidang tersebut berlangsung secara virtual dan disiarkan secara online.

Saiman selaku Pejabat Humas PN Sukoharjo mengatakan, “Terdakwa divonis hukuman mati”.

Vonis tersebut juga sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sukoharjo.

Tetapi, Saiman juga menegaskan bahwa putusan ini berdasarkan fakta persidangan.

“Kita tidak mendasarkan pada tuntutan. Tetapi kita sesuai dengan fakta persidangan yang ada”, jelas Saiman.

Terdapat sejumlah pertimbangan yang menguatkan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis hukuman mati.

Baca Juga:  Ratusan Personel Polres Karanganyar Divaksin

Pertimbangan tersebt di antaranya adalah keterangan saksi-saksi hingga penilaian hakim terhadap kesadisan pembunuhan tersebut.

Saiman menyampaikan, “Sudah sangat jelas, yang menjadi pertimbangan majelis hakim. Ada enam orang saksi ditambah satu orang ahli. Ahli adalah ahli kimia biologi dan forensik dari Polda Jateng, dan tidak diragukan lagi, terdapat bercak darah yang menunjukkan kesadisan terdakwa”.

Meski vonis pidana mati dijatuhkan, waktu eksekusi pelaku masih belum ditentukan.

Saiman mengatakan waktu eksekusi vonis akan ditentukan oleh pihak kejaksaan.

“Itu kewenangan kejaksaan selaku eksekutor”, katanya.

Tags: , ,