Jelang Dilantik Jadi Wali Kota, UNS Beri Masukan Gibran

Jelang Dilantik Jadi Wali Kota, UNS Beri Masukan Gibran

Menjelang Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Wali Kota Solo, Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta memberikan sejumlah masukan kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Pada hari Kamis (7/1/2021) kemarin, hal tersebut disampaikan oleh Sunny Ummul Firdaus selaku Kepala Pusdemtanas LPPM UNS.

Sunny mengatakan, “Hal pertama, pentingnya Gibran mengambil kebijakan yang mampu menjaring banyak kader dalam menyukseskan program kerjanya selama lima tahun ke depan”.

Tidak hanya itu, Gibran sebaiknya juga membangun sinergitas yang baik dengan berbagai pihak.

Pasalnya, sesuai dengan prinsipnya, suatu program apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila kolaborasi berjalan dengan sempurna.

Menurut Sunny, masukan tersebut sangat asional mengingat besarnya tanggung jawab dan pekerjaan rumah yang ditangani Gibran bersama Teguh Prakosa.

Baca Juga:  Puluhan Nakes di Solo Absen Saat Vaksinasi

Selain itu, masih banyak pula pihak yang meragukan kepemimpinan Gibran dalam memimpin kota Solo.

Kepala Pusdemtanas LPPM UNS itu juga mengingatkan Gibran agar memiliki komitmen dalam menghindari “titipan” dari partai pendukungnya di sejumlah posisi penting.

Sunny meminta komitmen tersebut harus tetap dipegang oleh Gibran.

Dengan pengalaman dan potensi Gibran dalam bidang bisnis, Sunny berharap agar Gibran dapat memaksimalkannya dalam membangun dan mengembangkan sektor perekonomian di Solo.

Sunny beralasan karena Kota Solo memiliki sumber daya manusia (SDM) dan kekayaan budaya yang potensial.

Ia menjelaskan, “Gibran punya keahlian dalam bidang bisnis, ini menjadi peluang bagi Solo untuk lebih maju. Asalkan komposisi orang tepat yang duduk di pemerintahan Solo”.

Ia juga menyoroti hal lain terkait dengan keseimbangan politik dalam pemerintahan Gibran-Teguh ke depannya.

Baca Juga:  Polisi Larang Konvoi Di Penetapan Pemenang Pilkada Solo

Lantaran dalam pencalonan Gibran-Teguh banyak partai politik (parpol) yang memberikan dukungan.

Sunny menjelaskan, bahwa keadaan tersebut bisa memunculkan beberapa risiko politik, seperti pemerintahan yang cenderung bersifat kompromistis dan menjadi akomodatif terhadap kepentingan parpol.

Sunny juga menjelaskan, bahwa pada tataran teori, oposisi memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

Ia menyebut bahwa ada sejumlah peran oposisi yang bermanfaat bagi pemerintahan Gibran-Teguh, seperti penyeimbang kekuasaan, stimulus persaingan yang sehat antara elit politik, dan lainnya.

Sunny mengatakan, “Penguatan oposisi demi kebijakan yang sejalan dengan kepentingan rakyat dan menghindari terjadinya oligarki. Tanpa oposisi, politik akan pincang dan tak seimbang”.

Tags: , ,