Jelang Simulasi Tatap Muka, Siswa dan Guru di Solo Akan Jalani Swab

Jelang Simulasi Tatap Muka, Siswa dan Guru di Solo Akan Jalani Swab

Sebelum pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 yang rencananya dimulai pada awal November mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot Solo) berencana akan melakukan tes swab terhadap ratusan siswa SMP dan guru-guru yang mengikuti simulasi tersebut.

FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo menjelaskan, bahwa melihat perkembangan kasus Covid-19 terhadap anak-anak di Solo, Pemkot memperketat aturan bagi anak-anak di bawah 15 tahun untuk berkunjung ke tempat publik.

Tetapi, dikecualikan bagi siswa yang sekolahnya ditunjuk sebagai percontohan simulasi PTM.

Pada Selasa (27/10/2020) kemarin, Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu, menuturkan, “Nanti tanggal 2 November bapak/ibu guru di-swab dulu, setelah itu baru muridnya yang mau sekolah itu nanti di-swab di sekolahan”.

Seperti yang telah diketahui, Pemkot telah menunjuk tiga sekolah tingkat SMP sebagai percontohan simulasi PTM, yakni SMP Negeri 4, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTs Negeri 1 dan siswa yang mengikuti simulasi PTM hanya siswa kelas IX.

Baca Juga:  Sebulan Tambah 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Minta Warganya Tak Mudik

Untuk teknisnya, 50 persen siswa mengikuti simulasi PTM di sekolah dan 50 persen lainnya belajar di rumah selama 14 hari. Untuk 14 hari selanjutnya, siswa yang tadinya belajar di rumah mengikuti simulasi PTM, dan sebaliknya.

Orang nomor satu di Solo itu juga menjelaskan bahwa yang akan di-swab pertama yakni guru dan murid SMP Negeri 4 sebanyak 140 murid dan 65 guru. Siswa tersebut akan mengikuti simulasi PTM selama 14 hari.

Kemudian, 140 siswa lainnya yang sebelumnya belajar di rumah akan di-swab untuk kemudian mengikuti simulasi PTM di sekolah.

Sedangkan untuk siswa yang sudah mengikuti simulasi PTM selama 14 hari mendapat giliran belajar di rumah.

Baca Juga:  Soal UMK Karanganyar Paling Tinggi, Bupati: Ada Rumusnya, Keputusan di Gubernur

“Selama inkubasi 14 hari ini nanti bagaimana ada perkembangan klaster tidak. Karena virus ini kan tidak kelihatan, jadi kita susah untuk mendeteksi. Namun, cara untuk mendeteksinya ya di-swab itu,” ujar Rudy.

Untuk itu, jika semua hasil swab negatif atau tidak menimbulkan klaster berarti anak-anak yang mengikuti simulasi PTM tidak terpapar Covid-19. Itu artinya tidak perlu ada swab lagi bagi siswa dan guru yang akan mengikuti simulasi PTM.

“Namun yang penting 14 hari sekolah itu nanti di-swab lagi tidak terpapar berarti kita aman sekolahan. Nanti yang baru yang 140 lagi di-swab lagi kalau itu nanti dua-duanya negatif baru dinaikkan kelas VIII,” tandasnya.

Tags: , ,