Jika Gunung Merapi Erupsi, PMI Solo Siap Berangkatkan Relawan Kemanusiaan

Jika Gunung Merapi Erupsi, PMI Solo Siap Berangkatkan Relawan Kemanusiaan

Seperti yang telah diketahui, status Gunung Merapi yang semula Waspada (level II) ditingkatkan menjadi Siaga (level III) oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja pada hari Kamis (5/11) lalu.

Mengetahui hal ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo siap menerjunkan relawan kemanusiaan untuk mengevakuasi warga jika Gunung Merapi erupsi.

Agus Setyo Utomo selaku Kepala Markas PMI Kota Solo menyampaikan bahwa pihaknya memiliki ribuan relawan yang selalu siap diterjunkan dalam misi kemanusiaan.

Para relawan tersebut tergabung dalam berbagai komunitas, di antaranya relawan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) dan korps sukarela (KSR) unit perguruan tinggi se-Solo.

Agus menjelaskan bahwa para relawan ini semuanya sudah terlatih. Bahkan, relawan dari komunitas Sibat ini tersebar di 50 kelurahan di Solo dan pernah berlatih kebencanaan di Eropa.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2020, Polda Jateng Fokus Pada 2 Kabupaten Soloraya

Pada hari Senin (9/11/2020) kemarin, Agus menuturkan, “Relawan kita ini selalu kita latih. Jadi nanti ketika ada bencana kita WA (WhatsApp) sudah pada datang”.

Para relawan tersebut akan dikirim dalam misi kemanusian jika Gunung Merapi erupsi dengan menunggu perintah dari PMI pusat maupun Jawa Tengah.

Pihaknya mengatakan bahwa para relawan yang akan dikirim dalam misi kemanusian bencana alam Gunung Merapi melalui penyaringan, mengingat kondisi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Sumartono Hadinoto -CEO sekaligus Sekretaris PMI Kota Solo- menuturkan, “Tentunya yang sudah dilakukan sebelumnya, semua relawan kita pilih sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sekarang dengan adanya pandemi ditambah sesuai protokol kesehatan. Jadi mereka ada tes sehat kalau perlu rapid test”.

Baca Juga:  Nama Solo Dipakai Bhayangkara FC, Bagaimana Nasib Persis Solo?

Martono menyampaikan bahwa PMI Solo terus menambah kapasitas dan kemampuan relawan dengan berbagai macam kegiatan.

Mulai dari pertolongan pertama gawat darurat/pelayanan kesehatan (PPGD), water sanitation and hygiene (Wash), shelter humanitarian, distribusi, layanan psikososial dan dapur umum.

“Kami terus berkoordinasi dengan PMI Jateng dan PMI pusat di Jakarta. Kapan dan di mana bencananya kami siap jika harus diberangkatkan,” ujarnya.

Tags: , ,