Jika Langgar Protokol Covid-19, Kampanye Pilkada Sukoharjo Terancam Bubar

Jika Langgar Protokol Covid-19, Kampanye Pilkada Sukoharjo Teracam Bubar

Pada hari Selasa (29/9/2020) lalu, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menggelar rapat koordinasi pembentukan kelompok kerja alias pokja pelanggaran protokol kesehatan Pilkada Sukoharjo sesuai standar pencegahan Covid-19.

Dari rapat tersebut mendapatkan kesimpulan bahwa kampanye Pilkada Sukoharjo bakal dibubarkan jika melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Pokja pelanggaran protokol kesehatan sesuai standar Covid-19 yang dibentuk tersebut terdiri atas Bawaslu Sukoharjo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo.

Tugas pokja pelanggaran protokol kesehatan yakni melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi kerumunan massa saat masa kampanye pilkada

Mereka bakal membubarkan kegiatan kampanye pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga:  Elemen Masyarakat Sragen Dukung Kotak Kosong Karena Kecewa Dengan Parpol

Bambang Muryanto selaku Ketua Bawaslu Sukoharjo menegaskan bahwa bakal memberikan surat peringatan tertulis kepada penanggung jawab kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan massa.

Dan bila surat peringatan tersebut tidak ditindaklanjuti dalam satu jam maka pokja bakal membubarkan kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan.

Bambang mengatakan, “Pokja bisa membubarkan kampanye pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan seperti kerumunan massa dengan jumlah ratusan orang. Namun, kami terlebih dahulu mengirim surat peringatan tertulis kepada penanggungjawab kegiatan kampanye dan memberi waktu selama satu jam untuk menaati protokol kesehatan”.

Pokja bakal mengedepankan upaya persuasif protokol kesehatan apabila ada kerumunan massa saat kegiatan kampanye pasangan calon. Tetapi, kalau upaya persuasif tersebut diabaikan, pokja bakal menindak tegas dengan membubarkan kegiatan kampanye pasangan calon.

Baca Juga:  Gergaji Mobile Buatan SMK Kristen 2 Solo Siap Dipasarkan

Pihaknya juga menegaskan bahwa anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan pengawas desa bakal memantau kegiatan kampanye pasangan calon di wilayahnya.

Bambang menambahkan, “Saya berharap pasangan calon dan tim pemenangan kampanye benar-benar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat tahapan masa kampanye”.

Sementara itu, Nuril Huda -Ketua KPU Sukorharjo- menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19, pasangan calon dan tim pemenangan diminta untuk mematuhi regulasi yang mengatur metode kampanye .

Jumlah peserta pertemuan terbatas dibatasi maksimal hanya 50 orang. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya klaster pilkada saat masa kampanye.

Tags: , ,