Jika Terpilih di Pilkada Solo, Gibran-Teguh Janji Akan Jembatani Kelompok Buruh dan Pengusaha

Jika Terpilih di Pilkada Solo, Gibran-Teguh Janji Akan Jembatani Kelompok Buruh dan Pengusaha

Jika terpilih menjadi wakil wali kota nanti, Teguh Prakosa menjanjikan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk memayungi kelompok buruh informal terkait fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Teguh mengatakan, “Syukurnya kita sudah punya UU Cipta Kerja. Nanti kalau ada celah kita akan usahakan membuat kebijakan untuk teman-teman informal ini agar nanti juga punya BPJS Ketenagakerjaan”.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk membawa buruh memiliki kehidupan yang lebih baik.

Teguh mengatakan, “Membangun kota ini butuh semua elemen. Buruh formal dan informal harus sejahtera. Tugas kita menghimbau para pihak yang berkepentingan agar bisa menjalin komunikasi dengan baik,” jelas Teguh.

Ia menambahkan, “Dinas tenaga kerja kita dorong agar bekerja betul-betul fair, sehingga bisa menilai apa yang terjadi di bawah. Rekan-rekan di sini pada kehidupan selanjutnya harus ada peningkatan”.

Baca Juga:  Rumah Sakit Rujukan Di Sukoharjo Diminta Tambah Ruang Isolasi Covid-19, Ada Apa?

Pada acara sarasehan bertajuk ‘Wujudkan Buruh yang Lebih Sejahtera’ itu kelompok buruh juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak menghapus program KIS PBI.

Hal tersebut lantaran buruh informal belum mempunyai BPJS. Jika perlu, menurut mereka, ada peningkatan-peningkatan di bidang pendidikan.

Mengetahui hal tersebut, Calon Wali Kota solo Gibran Rakabuming Raka pun mengatakan akan menyanggupi.

Gibran menjelaskan bahwa, jika program tersebut sudah dianggarkan Rp 70 miliar.

Gibran juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat ia akan bertemu dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Gibran menuturkan, “Rabu depan saya akan bertemu APINDO, tentu akan saya bicarakan hal-hal yang sifatnya win-win solution antara pekerja dengan pengusaha”.

Baca Juga:  KPU Solo Temukan 1.061 Surat Suara Pilkada 2020 Rusak

Menurutnya, bagaimana pun masa pandemi ini adalah waktunya prihatin.

Putra sulung Presiden Jokowi itu menjelaskan, “Sebagai pengusaha saya juga merasakan. Ini berat dan tidak mudah, tapi hak pekerja tetap saya berikan. Untuk itu, kita cari jalan tengah. Saya tidak akan mengambil keputusan yang memberatkan satu pihak saja”.

Tags: , ,