Joe Biden Kritik Tajam Recep Tayyip Erdogan

Joe Biden Kritik Tajam Recep Tayyip Erdogan

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Joe Biden mengkritik Erdogan sekaligus menyerukan dukungan untuk mereka yang melawan pemimpin tertinggi Turki tersebut.

Hal ini membuat Turki mengutuk pernyataan yang dibuat oleh kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat tersebut.

Mengutip dari AFP, Biden membuat komentar itu dalam sebuah wawancara yang divideokan oleh The New York Times pada Desember tahun lalu.

Tetapi, pada Sabtu (15/8/2020) kemarin, video pernyataan itu viral di media sosial.

Biden menggambarkan presiden Turki itu sebagai seorang “otokrat”. Ia pun mengkritik kebijakan Erdogan terhadap Kurdi dan menganjurkan kepada publik AS untuk mendukung oposisi Turki.

Biden menuturkan, “Apa yang menurut saya harus kami lakukan sekarang adalah mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengannya sekarang, memperjelas bahwa kami mendukung kepemimpinan oposisi”.

Menurutnya, penting untuk “memberanikan” pesaing Erdogan demi memungkinkan mereka “menghadapi dan mengalahkan Erdogan. Bukan dengan kudeta, bukan dengan kudeta, tetapi dengan proses pemilihan”.

Komentar Biden tersebut tidak memancing banyak reaksi ketika dipublikasikan di The New York Times pada Januari lalu.

Video wawancara itu memicu kemarahan dari Turki.

Melalui akun Twitternya, Ibrahim Kalin -Juru Bicara Erdogan- mengatakan, “Analisis terkait Turki oleh Joe Biden didasarkan pada ketidaktahuan murni, arogansi, dan kemunafikan”.

Ibrahim menuturkan, “Hari-hari memerintah Turki telah berakhir. Tapi, jika Anda masih berpikir Anda bisa mencoba, jadilah tamu kami. Anda akan ‘membayar’ harganya”.

Pernyatan Biden tersebut juga mempermalukan lawan-lawan Erdogan yang sering dituduh pemerintah Turki ‘dibayar’ oleh kekuatan asing. Beberapa petinggi partai oposisi Turki, CHP, dengan lekas merespons tanggapan Biden dan meminta capres AS itu menghormati kedaulatan Turki.

Beberapa analis menilai hubungan antara Turki dan AS yang selama ini sudah ‘sulit’ akan semakin mundur jika Biden mengalahkan Trump dalam pilpres AS November nanti.

Tags: , , ,