Jokowi Marah-Marah, Menteri Tafsirkan Sebagai Warning

Jokowi Marah-Marah, Menteri Tafsirkan Sebagai Warning

Para Menteri di Kabinet Indonesia Maju akhirnya buka suara soal kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang paripurna hari Kamis (18/06/202) lalu.

Pada tayangan Program Mata Najwa, dan dikutip oleh CNBC, terungkap respons dari para menteri atas kemarahan Jokowi itu. Jajaran menteri tersebut adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Setelah merespon video kemarahan orang nomer 1 di Indonesia itu, Tjahjo Kumolo mengatakan, “Mencermati gelagat perkembangan dan dinamika pandemi Covid-19 ini, saya agak sedikit terkejut beliau sampaikan itu”.

Tjahjo menambahkan bahwa amarah kepala negara tidak ditujukan pada salah seorang menteri. Menurutnya, kemarahan Jokowi merupakan sentilan bagi para menteri agar bisa berintrospeksi diri di tengah pandemi.

Baca Juga:  Perjalanan Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

“Saya melihat beliau mengingatkan kita semua. […] Dalam tanda petik krisis, pengambilan proses keputusan sampai pemerintah daerah iramanya harus sama. Kalau beda, repot,” imbuh Tjahjo.

Thahjo juga menjawab soal stigma yang menyebut bahwa kemarahan Jokowi berkaitan dengan munculnya sejumlah agenda politik menuju Pilpres 2024 dari para jajarannya. Namun, menurut dia, hal tersebut masih wajar.

“Seandainya ada, sah-sah saja. Itu sah-sah saja. Tapi pak Jokowi mengingatkan, termasuk ke saya juga,” kata Tjahjo.

Selain itu, Halim Iskandar dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, “Kalau saya langsung introspeksi diri, apa yang sudah saya lakukan selama ini. Arahan bapak presiden saya mereview. Saya tidak melihat siapa-siapa, saya melihat presiden memberikan warning”.

Baca Juga:  KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Pencucian Uang Eks Bupati Cirebon

Sebelumnya diberitakan beredar video yang diunggah oleh akun Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi dengan nada tinggi melontarkan amarahnya kepada para menteri. “Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis”.

“Tindakan-tindakan kita, keputusan kita, kebijakan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?”, tambahnya.

Jokowi mengaku geram karena dalam situasi kritis, kinerja pembantunya tidak sigap dan tidak membawa kemajuan yang signifikan. Kepala negara itu akhirnya melontarkan ancaman reshuffle kepada pembantunya yang dianggap masih bekerja begitu-begitu saja dalam situasi krisis.

Tags: , ,