Jumlah Pengunjung Kawasan Wisata Tawangmangu Turun Imbas Takut Rapid Tes

Jumlah Pengunjung Kawasan Wisata Tawangmangu Turun Imbas Takut Rapid Tes

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sejak Rabu (28/10/2020) lalu tim dari balai kesehatan masyarakat (Balkesmas) Klaten, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, dan Puskesmas Tawangmangu membuka pos kesehatan di kawasan wisata Tawangmangu, tepatnya di dekat loket masuk objek wisata Grojogan Sewu.

Tim tersebut bentukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Mereka bertugas mulai Rabu hingga Minggu (1/11/2020).

Fokus tugas mereka adalah melaksanakan tes cepat atau rapid test secara acak random terhadap masyarakat dengan gejala tertentu.

Salah satu sasarannya adalah para pengunjung wisata Grojogan Sewu dan sekitarnya yang terdeteksi alat pengukur suhu lebih dari 37,5 derajat Celcius.

Namun, seiring beredar informasi tak benar mengenai pelaksanaan rapid test di kawasan tersebut.

Membuat jumlah pengunjung di kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar terpantau alami penurunan.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos Saat Pilkada Berlangsung

Diduga, para calon wisatawan takut menjalani rapid test sehingga mereka urung berwisata ke Tawangmangu. Kondisi tersebut tentu saja dikeluhkan pengelola wisata.

Pengelola wisata kawasan Tawangmangu menduga calon wisatawan salah memahami kegiatan rapid test acak itu.

Calon wisatawan ada yang beranggapan bahwa rapid test sebagai syarat masuk kawasan wisata Tawangmangu.

Padahal, nyatanya tidak. Petugas hanya mengambil sampel belasan dari seratusan wisatawan.

Parmin Sastro selaku Pengelola wisata Sakura Hill menjelaskan bahwa sejumlah orang menelepon ke kantor pelayanan Sakura Hills dan mengakses nomor WhatsApp (WA) miliknya untuk menanyakan hal tersebut.

Pada hari Jumat (30/10/2020) kemarin, Parmin menuturkan, “Sejak Kamis (29/10/2020) sore sampai Jumat siang itu banyak yang minta informasi apakah masuk wisata harus melaksanakan rapid test. Itu pertanyaan yang muncul di akun medsos kami maupun telepon dan WA langsung. Persepsi itu muncul dari masyarakat luar kota khususnya. Setiap masuk wisata harus melakukan rapid test”.

Baca Juga:  Tahapan Pilkada Solo Sesuai Prokes, Penerapannya Tetap Dievaluasi

Ia juga menambahkan bahwa rata-rata pengunjung Sakura Hills pada hari biasa 100 orang hingga 150 orang per hari.

Saat akhir pekan, untuk jumlah pengunjung rata-rata 500 orang.

Pengunjung naik tiga kali lipat pada libur panjang ini. Dia mencatat 1.430 orang pada Kamis (29/10/2020) lalu.

Ia menjelaskan, “Begitu muncul informasi kurang pas itu, pengunjung kami pada Jumat sampai pukul 16.30 WIB hanya 530-an orang. Kemudian muncul edaran dari Pemkab itu. Meluruskan pemahaman masyarakat tentang rapid test di Tawangmangu. Mudah-mudahan bisa mendongkrak kembali kunjungan wisata di Tawangmangu”.

Tags: , ,