Kapolsek Klaten Kota Digugat Karena Menahan Penangkap Maling Sepeda

Kapolsek Klaten Kota Digugat Karena Menahan Penangkap Maling Sepeda

Diberitakan sebelumnya, Sapto dan Rohmad telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menangkap maling sepeda di Klaten Selatan.

Mereka dijerat Pasal 170 jo 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Mereka ditahan penyidik Kejari sejak 7 Oktober 2020. Sapto dan Rohmad dianggap telah menganiaya pencuri sepeda, yakni Londo, hingga mengalami luka.

Mengetahui hal tersebut, pada hari Rabu (21/10/2020) lalu, Arif Sahudi selaku Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Solo mengajukan praperadilan dengan termohon Kapolsek Klaten Kota di Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Permohonan praperadilan tersebut menyikapi penanganan kasus maling sepeda angin di Getasan, Glodogan, Klaten Selatan yang dianggap tak diproses sebagaimana mestinya.

Pengajuan praperadilan itu dilakukan langsung oleh Arif Sahudi selaku pemohon dan didampingi kuasa hukumnya, yakni Sapto Dumadi Ragil Raharjo CS.

Pengajuan praperadilan itu pun diterima di kepaniteraan PN Klaten yang diteken Sumitro.

Arif Sahudi menilai telah memiliki kualifikasi hukum sebagai pihak ketiga berkepentingan dalam permohonan incasu, yakni dalam kedudukannya sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi kemasyarakatan (ormas).

Permohonan pemeriksaan praperadilan terkait dengan penghentian penyidikan oleh termohon melalui PN Klaten dalam kasus pencurian sepeda angin mountain bike di Getasan, Glodogan, Klaten Selatan, sekitar 1,5 tahun lalu.

Selaku pemohon, Arif menilai mestinya termohon menangkap maling sepeda angin dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten selaku jaksa penuntut umum (JPU). Hal itu hingga dinyatakan lengkap dan diproses penanganannya.

Tak dilakukannya proses hukum terhadap pencuri sepeda angin, termohon dianggap telah melakukan penghentian penyidikan secara tidak sah.

Kemudian, perkara pencurian tersebut seolah-olah hilang dan para penangkap pencuri justru ditahan dan hal tersebut dianggap tak mencerminkan rasa keadilan.

Arif memohon ke ketua PN Klaten melalui hakim tunggal pemeriksa perkara praperadilan incasu untuk memanggil para pihak, memeriksa, dan memutus perkara incasu dengan amar primair dan subsidair.

Amar primair, di antaranya mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya dan menghukum termohon melakukan proses hukum sesuai ketentuan atas pencurian sepeda angin.

Amar subsidair, memeriksa dan mengadili permohonan pemeriksaan praperadilan dengan seadil-adilnya sesuai ketentuan.

Pada hari Rabu (21/10/2020) kemarin, Arif menuturkan, “Saya tidak kenal dengan tersangka Sapto dan Rohmad (tersangka penganiayaan maling sepeda). Saya hanya berempati. Semoga, oleh hakim diwujudkan. Kalau seperti ini diterus-teruskan (menangkap maling justru ditahan), orang tak akan peduli lagi. Polisi sendiri yang repot. Ini membuat masyarakat justru takut. Melalui praperadilan ini, saya berharap ada keterbukan, jangan sampai ada syak wasangka ke polisi,”

Sementara itu, Iptu Nahrowi -Kasubaghumas Polres Klaten- mengatakan bahwa belum dapat memberikan komentar karena masih ingin berkoordinasi dengan Satreskrim terlebih dahulu.

“Saya harus koordinasi dengan Satreskrim Polres Klaten dan unit Reskrim Polsek Kota dulu,” ujarnya.

Incoming search terms:

  • penangkap pencuri sepeda di tahan
  • pencuri sepeda angin di klaten
Tags: , ,