Karier Budi Budiman, Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK Karena Suap

Karier Budi Budiman, Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK Karena Suap

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini telah menahan tersangka Budi Budiman (BDB), Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Budi diduga telah menyuap atau memberikan uang sebesar Rp 700 juta kepada mantan pegawai Kemenkeu Yaya Purnomo terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Tahun Angggaran (TA) 2018.

“Untuk kepentingan penyidikan, setelah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 33 orang dan 2 orang ahli, KPK melakukan penahanan tersangka BBD selama 20 hari terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK Kav. C1 (Gedung KPK Lama),” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020).

Sementara itu, sebelum mejabat sebagai Wali Kota, pria kelahiran Tasikmalaya 27 April 1965 (55 tahun) itu awalnya mengawali karier sebagai seorang guru di SMA Negeri 1 Tasikmalaya sejak 1989 hingga 1995. Budiman kemudian juga mengembangkan bisnis sebagai pengusaha angkutan kota sejak tahun 1990.

Baca Juga:  KPK Tangkap Tangan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

Selanjutnya pada 1993, Budiman dipercaya menjabat sebagai direktur dealer mobil bernama Cakra Motor di bawah naungan PT Cakra Putra Parahiyangan. Kemudian pada 1999, Budi dipercaya menjabat sebagai wakil direktur Perusahaan Organda (PO) Doa Ibu Kota Tasikmalaya.

Budiman kemudian mejadi pengurus Organda Kota Tasikmalaya sejak 2003. Pada 2006, Budiman kembali dipercaya sebagai direktur eksekutif sebuah pusat perbelanjaan (Mall) Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya.

Pada 2007, Budiman kemudian bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjabat sebagai Bendahara DPC PPP Kota Tasikmalaya.

Budiman saat itu mencoba peruntungan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya yang berpasangan dengan Wahyu Sumawidjaja. Namun pasangan Budiman dan Wahyu ketika itu dinyatakan kalah dalam jumlah perolehan suara.

Dalam Pilkada Kota Tasikmalaya 2012, Budi Budiman yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya kembali maju dalam pertarungan Pilkada kali ini dia berpasangan dengan Dede Sudrajat. Budiman akhirnya terpilih menjabat sebagai Wali Kota setalah mengalahkan jumlah perolehan suara pejabat Wali Kota Tasikmalaya sebelumnya yaitu Syarif Hidayat.

Baca Juga:  Hendak Transaksi Sabu di SPBU Bejen, Pemuda Ini Diciduk Polisi

Tak puas menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya satu periode (5 tahun), Budiman kemudian kembali mencalonkan diri kembali dalam Pilkada Kota Tasikmalaya 2017.

Budiman saat itu menggandeng pasangan Muhammad Yusuf. Budiman kemudian kembali menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya periode ke 2 terhitung sejak 2017 hingga 2022.

Namun jabatan Budiman sebagai Wali Kota Tasikmalaya harus berakhir pada hari ini, Jumat (23/10/2020). Budiman telah ditahan KPK setelah sebelumnya yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kini Budiman dinyatakan non aktif alias tidak dapat menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai Wali Kota Tasikmalaya setelah KPK menahan yang bersangkutan di Rumah Tahanan (Rutan) Kavling C1 atau Gedung KPK Lama, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Incoming search terms:

  • walikota tasik vs kpk
Tags: , ,