Kasus Bentrokan Di Pedan Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka

Kasus Bentrokan Di Pedan Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka

Terkait kasus bentrokan antar dua kelompok massa di Pedan, Klaten yang terjadi beberapa waktu lalu, kini Polres Klaten sudah menetapkan 17 tersangka pada Selasa (6/10/2020) kemarin.

Dari 17 tersangka itu terdapat lima orang yang masih berstatus anak di bawah umur.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, peristiwa bentrokan yang melibatkan dua kelompok massa di Pedan terjadi pada hari Minggu (4/10/2020) lalu.

Polres Klaten memperoleh laporan terjadinya bentrokan dua kelompok massa di Pedan pada hari Minggu (4/10/2020) pukul 21.00 WIB. Polisi langsung bergerak cepat dan menangkap puluhan orang guna mendalami insiden bentrokan tersebut.

Pada hari Selasa (6/10/2020), AKP Andriansyah Rithas Hasibuan -Kasatreskrim Polres Klaten- mengatakan, “Kami sudah melakukan penyidikan di kasus Pedan. Jumlah tersangka mencapai 17 orang. Saat sekarang, para tersangka itu mendekam di sel tahanan Mapolres Klaten. Lima di antara tersangka itu masih di bawah umur”.

Baca Juga:  Muncul 3 Klaster Baru Covid-19 di Solo

AKP Andriansyah menjelaskan bahwa belasan tersangka dijerat dengan beberapa pasal pidana. Belasan tersangka dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perusakan Fasilitas Umum.

Selain itu, terdapat tersangka yang dijerat dengan UU Darurat karena membawa senjata tajam (Sajam) dan pasal tentang Penganiayaan.

Kasatreskrim juga menambahkan, “Ada pula yang ditetapkan tersangka karena Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman enam tahun. Yang dikenakan pasal penghasutan itu, yakni A, 30, warga Pedan”.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa kasus bentrokan dua kelompok massa di Pedan tersebut berawal dari hasutan tersangka A. Sebelum mendatangi korban, S, 30, warga Keden, Pedan, tersangka A menghasut teman-temannya agar datang ke Pedan.

Baca Juga:  Boyolali Gelar Operasi Masker 3 Kali Sehari Untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

AKP Andriansyah mengungkapkan bahwa sebelum menetapkan 17 tersangka itu, pihaknya telah menangkap 92 orang. Setelah menjalani proses pemeriksaan awal, polisi menetapkan 17 tersangka.

“Seluruh orang yang ditangkap itu berasal dari kelompok penyerang. Sehingga 17 tersangka berasal dari kelompok penyerang. Barang bukti yang disita dari para tangan tersangka, yakni sajam berupa celurit dan parang. Ada juga bambu, batu, kayu, handphone (HP), dan sepeda motor,” tambahnya.

Tags: , ,