Kasus Covid-19 Di Karanganyar Tinggi, Satgas: Dinkes Gencar Tes Swab

Kasus Covid-19 Di Karanganyar Tinggi, Satgas: Dinkes Gencar Tes Swab

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar mengklaim bahwa penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tinggi lantaran petugas gencar melaksanakan tes swab Covid-19.

Tes swab Covid-19 tersebut dilakukan terhadap kontak erat maupun warga kategori berisiko tinggi.

Juliyatmono selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar sekaligus Bupati Karanganyar tidak menampik bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya semakin tinggi.

Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu mengatakan bahwa kondisi tersebut karena petugas semakin gencar menjalankan tes swab Covid-19.

Pada hari Minggu (22/11/2020) kemarin, Yuli menuturkan, “Ya memang karena Dinkes (petugas swab di tingkat kecamatan maupun kabupaten) rajin tes swab Covid-19″.

Sementara itu, Purwanti selaku Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar juga mengatakan hal yang sama.

Purwanti menjelaskan bahwa fokus Dinkes adalah melacak kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan screening terhadap warga berisiko tinggi.

Pada hari yang sama, Purwanti mengatakan, “Kami sudah mulai screening tidak hanya terhadap kontak erat. Screening terhadap warga berisiko, seperti orang lanjut usia, memiliki penyakit penyerta atau komorbid, dan ibu hamil. Kalau kontak erat kan memang semua dilakukan tes swab Covid-19″.

Baca Juga:  Gibran: Warga Banyak Berasumsi, Target Saya Menang 92 Persen

Pihaknya juga menyampaikan bahwa screening terhadap warga kategori berisiko dilakukan puskesmas di 17 kecamatan.

Kemudian petugas puskesmas akan melaksanakan tes swab Covid-19 terhadap warga tersebut.

Total 21 puskesmas di Kabupaten Karanganyar. Dari jumlah tersebut, belasan puskesmas sudah dapat melaksanakan tes swab Covid-19 mandiri.

Puskesmas menyelenggarakan di puskesmas masing-masing maupun menggunakan Rumah Swab atau UPT Laboratorium Kesehatan Dinkes Karanganyar.

Purwanti menjelaskan, “Puskesmas sudah bisa tes swab Covid-19 mandiri. Kalau dulu masih Dinkes semua dan dibatasi 50-70 tes atau paling banyak 100 tes per hari. Sekarang enggak. Puskesmas sudah bisa berapa pun langsung dijadwalkan dan tidak menunggu Dinkes. Puskesmas aktif melakukan (tes swab Covid-19)”.

Puskesmas mengambil sampel lendir dari tenggorokan dan hidung warga yang menjadi kontak erat maupun kategori berisiko tinggi.

Selanjutnya sampel tersebut dikirim ke laboratorium rumah sakit yang direkomendasikan, salah satunya yakni RSDM di Kota Solo.

Baca Juga:  Jokowi Sebut Kasus Aktif dan Kesembuhan Covid-19 Memburuk Semuanya

Hasil tes swab Covid-19 dari rumah sakit akan dilaporkan kepada Dinkes kemudian diteruskan ke puskesmas untuk ditindaklanjuti.

Purwanti menambahkan, “Hasil tes swab Covid-19 yang dilakukan puskesmas terhadap warga berisiko tinggi itu ada yang terkonfirmasi (positif Covid-19). Ya itu sudah tayang (di akun Instagram Dinkes Kabupaten Karanganyar). Sudah sejak beberapa waktu lalu. Makanya kan tambah banyak (kasus terkonfirmasi),” imbuhnya.

Terkait soal kesiapan puskesmas dalam hal ketersediaan alat tes swab Covid-19 dan virus transport medium (VTM), Purwanti menjelaskan bahwa puskesmas mendapatkan jatah VTM sesuai kebutuhan.

Pihaknya mengklaim Dinkes Kabupaten Karanganyar sudah membagikan VTM kepada setiap puskesmas.

“Kalau habis, (puskesmas) bisa mengajukan tambahan. Itu mengacu data yang mereka punya berkaitan dengan warga berisiko tinggi dan kontak erat,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari akun Instagram Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar.

Dari hari Senin (16/11/2020) hingga hari Sabtu (21/11/2020), tercatat penambahan 99 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Tags: , ,