Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Solo Makin Masif

Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Solo Makin Masif

Pada hari Minggu (15/11/2020) kemarin, Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mengungkapan bahwa klaster keluarga dan antarkeluarga kembali mendominasi penambahan kasus.

Pada hari itu, sebanyak 106 warga Kota Solo menambah jumlah kasus baru konfirmasi positif Covid-19.

Terdapat tambahan 25 kasus lainnya yang tercatat pada hari Sabtu (14/11/2020) lalu.

Siti Wahyuningsih selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menjelaskan bahwa tambahan itu menjadi rekor terbanyak selama pandemi Covid-19 delapan bulan terakhir.

Untuk informasi, kali terakhir dalam sehari penambahan terbanyak yakni hanya dua digit yaitu 65 kasus .

Namun kini, tambahan angka kasus Covid-19 Solo mencapai tiga digit dalam sehari dengan dominasi tracing kontak utamanya klaster keluarga.

Beberapa yang menonjol yakni klaster keluarga dari Karangasem, Semanggi, Banjarsari, Manahan, dan Sumber. Dari 106 kasus baru itu, 22 dari kalangan anak-anak.

Baca Juga:  Pasar Gede Solo: Pembeli Turun Drastis Imbas Kabar Hoax Soal Penutupan Pasar

Pada hari Minggu (15/11/2020) kemarin, Ning sapaan akrab Kepala DKK itu mengatakan, “Tambahan 106 kasus itu, perinciannya 19 dari pasien suspek yang naik kelas, enam dari uji swab mandiri, dan 84 dari tracing kontak dari 34 indek kasus. Artinya, setiap kasus hampir pasti membawa 2 ekor. Klaster antarkeluarga kembali muncul. Boleh dibilang 34 itu klaster semua. Ini menjadi sorotan kami setelah klaster perkantoran”.

Ning juga menambahkan bahwa dari banyaknya temuan kasus baru tersebut, ada seorang warga yang secara mandiri periksa ke puskesmas karena timbul gejala.

Warga tersebut menjadi suspek lalu menjalani uji swab dan hasilnya terkonfirmasi virus positif Covid-19.

Menurut Ning, klaster keluarga berkontribusi pada kumulatif kasus Covid-19 Kota Solo hingga 50%-85%.

Tidak hanya itu, klaster perkantoran yang beberapa waktu lalu muncul adalah Inspektorat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata (Dispar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perdagangan (Disdag), Satpol PP, dan Dinas Pendidikan (Disdik).

Baca Juga:  HRS Tolak Uji Usap Covid-19 Pemkot Bogor, Bima Arya: Ini Wilayah NKRI!

Selain itu, Satgas juga menyoroti tingginya angka kematian dari pasien suspek yang naik kelas menjadi positif Covid-19.

Satgas mencatat terdapat empat pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Sabtu dan satu pasien meninggal pada Minggu.

Membuat total pasien yang meninggal pada akhir pekan lalu berjumlah lima orang.

Kemudian untuk kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 termasuk dari klaster keluarga hingga Minggu mencapai 1.661 orang.

Jumlah tersebut terinci sebagai berikut: 1.026 sembuh, 436 isolasi mandiri, 124 rawat inap, dan sebanyak 75 orang meninggal dunia.

Tags: , ,