Kasus Covid-19 Solo Melonjak, 13 Gereja Dilaporkan Tetap Jalankan Ibadah Natal Luring

Jumlah warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19 betambah 257 orang dalam tiga hari terakhir, Rabu-Jumat (16-18/12/2020).

Dengan tambahan itu maka jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bengawan terhitung 3.766 kasus.

Dari tambahan 257 kasus itu, 15 orang diantaranya tercatat meninggal dunia

Meskipun demikian, menjelang perayaan Natal pada 25 Desember mendatang, sebanyak 13 gereja di Solo tetap akan mengadakan misa dan ibadah Natal secara luring atau tatap muka.

Terkait informasi ini, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, meminta panitia Natal gereja-gereja tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ade menyampaikan dari 177 jumlah gereja, ada 13 gereja yang berencana menggelar misa dan ibadah secara tatap muka dan 3 gereja menggelar ibadah secara daring.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pengurus masing-masing gereja. Kami mengharap, di masa pandemi ini, untuk perayaan Natal dilaksanakan secara daring,” ucap Ade, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Namun lanjut Ade, untuk gereja yang akan melakukan ibadah tatap muka, pihaknya mempersilahkan.

“Namun dengan beberapa catatan. Antara lain, menjaga jarak di lokasi, membatasi jumlah kuota. Kemudian, menyortir usia jemaat yang ingin mengikuti misa, di mana yang diperbolehkan adalah jemaat dengan rentang usia 10 sampai 60 tahun. Ibu hamil juga dilarang mengikuti misa,” jelasnya.

Ade menambahkan, nantinya akan dibangun Pos Pam di depan gereja yang melakukan misa atau ibadah secara tatap muka.

Selain menjamin keamanan dan kenyamanan jemaat yang akan menjalankan ibadah atau misa natal, petugas kepolisian juga akan mengingatkan terkait protokol kesehatan.

“Tapi, kami minta dari internal mereka (gereja) memperhatikan jemaat, jadi tidak perlu ditegur Satgas,” tegasnya.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Sementara itu, terkait lonjakan kasus Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan bahwa jumlah 3 digit kasus Covid-19 ini membuat kalangan tenaga kesehatan menjadi kewalahan

Ning, panggilan akrabnya, juga mengaku sering mendengar curahan hati (curhat) dari tenaga kesehatan lingkungan puskesmas. Mereka tak hanya bertugas menangani pasien Covid-19, tapi juga program daerah seperti gizi bayi, balita, anak dan ibu hamil, TBC, demam berdarah, dan sebagainya.

“Kami sudah mencatat puluhan kasus pada nakes lingkungan kami sendiri, belum dari instansi kesehatan lain. Makanya, masyarakat harus terus waspada, protokol kesehatan wajib dilakukan. Masyarakat juga sering menyepelekan nakes,” ucap Ning, Jumat, (18/12/2020)

Tags: , ,