Kasus Covid di Boyolali Tembus 1.020 Orang

Kasus Covid di Boyolali Tembus 1.020 Orang

Hingga hari Senin (19/10/2020) kemarin, jumlah kasus Covid-19 di Boyolali sudah tembus 1.020 orang. Hal tersebut membuat Boyolali kembali mencatatkan rekor jumlah kasus Covid-19 secara akumulasi.

Jumlah tersebut rinciannya yakni yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 87 orang. Sementara 74 orang isolasi mandiri, 819 orang sembuh, dan 40 orang meninggal.

Rarti S. Survivalina selaku Kepala Dinkes Boyolali menuturkan, “Namun demikian, dari indeks kesehatan masyarakat (IKM) Boyolali masih termasuk zona risiko sedang”.

Adapun penambahan kasus antara tanggal 17-19 Oktober, yang terbanyak adalah di Kecamatan Selo, yakni enam orang.

Setelah itu, Kecamatan Klego lima orang, Ngemplak empat orang, Banyudono tiga orang, serta Teras dua orang.

Lina sapaan akrab dari Kepala Dinkes Boyolali, menambahkan, “Dari Kecamatan Ampel, Andong, Boyolali Kota, Karanggede, Mojosongo, Sambi, dan Sawit masing-masing satu orang,” tambahnya.

Untuk enam kasus baru di Kecamatan Selo, berasal dari satu keluarga di Desa Tlogolele.

Penularan Covid-19 ini bermula dari salah satu anggota keluarga tersebut yang melakukan perjalanan. Setelah itu yang bersangkutan melakukan rapid test di Puskesmas Selo.

Dan hasilnya menujukan reaktif. Sehingga lima anggota keluarga lainnya diminta untuk melakukan tes serupa.

Ternyata hasilnya semua reaktif. Sehingga mereka menjalani tes swab dan diketahui semuanya juga positif Covid-19.

Lina juga menjelaskan, untuk perkembangan klaster didominasi dari klaster keluarga. Ada dua klaster yang dinyatakan sudah selesai atau tidak aktif. Yaitu, SSH Desa Ngenden dan ARS Desa Pelem, Kecamatan Simo.

Sementara klaster keluarga yang masih aktif adalah, SYN Pandeyan (enam orang), SMR Selodoko (lima orang), ABP Dibal (enam orang), JPT Gombang (tiga orang), TRN Bantengan (empat orang), SAD Juwangi (dua orang), DKY Kateguhan (6 orang), NGM Giriroto, (lima orang) dan EHA Tlogolele (enam orang).

“Klaster lain yang masih aktif adalah Mila Husada ada 17 kasus, tilikan (menengok warga sakit) delapan orang. Lalu, klaster tempat kerja MNA Kebonan tiga orang,” imbuhnya.

Tags: , ,