Kasus Korupsi PT DI, KPK Tahan Dirut PT PAL Surabaya

Kasus Korupsi PT DI, KPK Tahan Dirut PT PAL Surabaya

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menahan tersangka Budiman Saleh, Direktur Utama (Dirut) PT PAL Surabaya, Jawa Timur. Yang bersangkutan sebelumnya merupakan mantan Direktur Aircraft Integration PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2010 hingga 2012 dan Direktur Niaga PT DI tahun 2012-2017.

Pantauan wartawan, tersangka Budiman tampak terlihat keluar dari ruangan pemeriksaan penyidik KPK mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol pada sekitar pukul 15:30 WIB. Budi langsung digiring ke ruangan lain untuk kepentingan expose sekaligus jumpa pers KPK terkait penetapan status tersangka dan penahanan Budiman.

“Penyidik KPK telah menahan yang bersangkutan (Budiman Saleh/mantan pejabat PT DI) dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto saat konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).

Tak lama kemudian atau pada sekitar pukul 15:52 WIB, tersangka Budiman langsung dibawa keluar dari ruangan untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam mobil tahanan KPK dengan pengawalan petugas. Saat ditanya wartawan, Budiman hanya terdiam membisu tanpa memberikan keterangan apapun kepada para awak media.

Sementara itu, Budiman sebelumnya beberapa kali telah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Aircraft Integration PT DI tahun 2010-2012 dan Direktur Niaga PT DI tahun 2012-2017.

Penyidik KPK juga pernah mengkonfirmasi keterangan saksi mengenai dugaan aliran dan penerimaan sejumlah uang dari para mitra penjualan dalam kasus PT DI.

Dalam konstruksi perkara kasus ini, Budiman saat masih menjabat sebagai Direktur Aerospace PT DI diduga telah menerima uang senilai Rp 96 miliar bersama sejumlah mantan pejabat PT DI lainnya.

Terdapat permintaan sejumlah uang baik melalui transfer maupun tunai sekitar Rp 96 miliar yang kemudian diterima mantan pejabat PT Dirgantara Indonesia diantaranya tersangka BS, Tersangka IRZ (Irzal Rinaldi Zaelani), kemudian Arie Wibowo dan Budiman Saleh.

Tags: , ,