Kasus Pembangunan Jembatan Waterfront City, KPK Kembali Periksa 2 Saksi

Kasus Pembangunan Jembatan Waterfront City, KPK Kembali Periksa 2 Saksi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa 2 orang tersangka terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pembangunan jembatan Waterfront City tersebut merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar Tahun Anggaran (TA) 2015 hingga 2016.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, kedua tersangka yang diperiksa adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Waterfront City di Kampar 2015-2016 Dinas PU Kampar Adnan (AN) dan Manajer Wilayah 2 PT Wijaya Karya dan Ketua Komite Manajemen PT WIKA-Sumindo JO I Ketut Suarbawa (IKS).

“Yang bersangkutan (2 orang) diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka (dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Waterfront),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Sementara itu, penyidik KPK sebelumnya telah mengumumkan 2 orang tersebut sebagai tersangka dalam kasus ini pada 14 Maret 2019. Yang bersangkutan hinga saat ini untuk sementara belum ditahan KPK.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah, KPK Dalami Keterangan 5 Saksi

Kedua tersangka tersebut disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Kasus itu berawal saat Pemkab Kampar pada Oktober 2013 merencanakan beberapa proyek strategis di antaranya adalah pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut dengan Jembatan Waterfront City.

Adnan kemudian mengadakan pertemuan di Jakarta dengan I Ketut Suarbawa dan beberapa pihak Iainnya. Dalam pertemuan itu, Adnan memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan “engineer’s estimate” kepada I Ketut Suarbawa.

Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi Lelang itu dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 19 Agustus 2013.

Pada Oktober 2013, ditandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan nilai sekitar Rp 15 miliar dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

Baca Juga:  KPK Periksa 2 Saksi Kasus E-KTP Terkait Tersangka Eks Dirut PNRI

Adnan meminta pembuatan estimasi anggaan proyek pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2014 kepada konsultan dan I Ketut Suarbawa meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan.

Adnan dan I Ketut Suarbawa diduga telah bekerjasama terkait penetapan harga perkiraan sendiri ini terus berlanjut berikutnya sampai pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015, dan APBD Tahun Anggaran 2016.

KPK menduga Adnan telah menerima uang diperkirakan kurang lebih sebesar Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai nilai kontrak.

Diduga dalam proyek ini telah berpotensi menimbulkan kerugian anggaran kerugian keuangan negara sekitar Rp 39,2 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak pada Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp 117,68 miliar.

Tags: , ,