Kasus Pertama Bayi Positif Covid-19 di Wonogiri

Kasus Pertama Bayi Positif Covid-19 di Wonogiri

Untuk diketahui, terdapat tambahan 12 pasien Covid-19 baru di Wonogiri pada hari Senin (26/10/2020) lalu.

Dari jumlah tambahan 12 pasien baru itu, terdapat seorang bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Sang ibu memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

Seorang bayi di Kabupaten Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Bayi tersebut dilahirkan oleh seorang ibu yang juga terpapar Covid-19.

Pada hari Selasa (27/10/2020) kemarin, Edy Santosa selaku Plt Bupati Wonogiri menjelaskan, “Ia belum sempat menjalani tes swab serentak kepada ibu hamil beberapa waktu lalu. Saat datang ke Wonogiri sudah mepet waktu persalinannya. Akhirnya bayi yang lahir juga positif Covid-19. Ini kasus pertama di Wonogiri, ada bayi yang terpapar Covid-19″.

Baca Juga:  Kasus Covid Makin Naik, Dinkes Boyolali Tambah Bangsal

Bayi yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu menjadi kasus yang pertama di Wonogiri. Sementara untuk kasus ibu hamil yang positif Covid-19 di Wonogiri yakni berjumlah 14.

Saat ini, ibu dan bayi yang terpapar Covid-19 itu dirawat di RSUD Soediran Mangun Sumarso dan mereka merupakan warga Kecamatan Jatisrono.

Edy juga mengatakan bahwa dengan rentannya ibu hamil yang positif Covid-19, itulah sebabnya Pemkab Wonogiri selalu melalukan tes swab kepada ibu hamil yang sudah memasuki tri semester ketiga.

“Kalau diketahui sejak awal kan deteksinya lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, penambahan 12 pasien positif Covid-19 itu didominasi oleh klaster perjalanan. Klaster tersebut memang masih mendominasi penambahan kasus Covid-19 di Wonogiri.

Baca Juga:  Kelompok Usia 18-59 Tahun Menjadi Target Vaksin Covid-19

Dari berbagai sumber, diketahui bahwa kasus kumulatif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri sejauh ini mencapai 331 orang. Rinciannya yakni 29 kasus aktif, 20 orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya telah sembuh.

Edi juga menegaskan, “Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu taat dalam menjalankan protokol kesehatan. Terutama saat menjalankan aktivitas. Liburan panjang pada akhir pekan ini sebaiknya jangan digunakan untuk berpergian ke zona merah”.

Tags: , ,