Kegiatan Balap Lari Diperbolehkan Polresta Solo, Asalkan Begini…

Info balap lari liar yang diadakan di Kota Solo menjadi sorotan Satlantas Polresta Solo. Sebenarnya, tujuan dari balap lari yang digagas oleh muda-mudi di Kota Bengawan sangatlah bagus. Sayangnya, lokasi yang dijadikan sebagai arena lari tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Fungsi jalan raya, baik itu provinsi, nasional dan kota itu hak dari pengendara kendaan bermotor. Aturannya jelas, tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu lintas. Sedangkan, pejalan kaki haknya adalah trotoar. Pembagiannya sudah dijelaskan secara jelas dan gamblang,” terang Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Afrian Satya Permadi kepada wartawan, Minggu (27/9).

Selain itu, kata Afrian, masih ada Peraturan Kapolri (Perkap) No. 10 tahun 2012 tentang Pengaturan Lalulintas Dalam Kegiatan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas. Dimana dalam pasal 16 penggunaan jalan untuk kepentingan umum antaralain untuk penyelengaraan acara keagamaan, kegiatan kenegaraan, kegiatan olahraga, serta kegiatan seni budaya.

Baca Juga:  Demo Damai Dideklarasikan di Karanganyar, Namun Tolak UU Cipta Kerja Jalan Terus

“Untuk olahraga antara lain perlombaan, pertandingan, dan pesta olahraga baik tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Sedangkan untuk kegiatan pribadi antaralain untuk pernikahan, kematian, dan lain sebagainya. Serta jalan yang diperbolehkan adalah jalan Kabupaten, Kota, serta Desa,” jelasnya.

Disinggung mengenai perizinan, Afrian mengatakan, pihak penyelenggara harus mengajukan beberapa syarat antara lain fotokopi KTP penyelenggara, waktu penyelenggaran, jenis kegiatan, perkiraan jumlah peserta, peta lokasi kegiatan serta jalan alternatif yang digunakan, serta rekomendasi satuan kerja yang membidangi perhubungan darat.

“Kemudian selama pandemi ini ditambah surat rekomendasi dari gugus tugas,” kata Afrian.

Meski begitu, dia tidak mendorong kegiatan tersebut berlangsung di ruas jalan raya, fasilitas olahraga di Kota Bengawan yang sudah lengkap.

Baca Juga:  Dalam Sehari Covid-19 di Klaten Tambah 22 Kasus

“Karena kembali lagi jalan arteri adalah hak pengendara. Kalau hanya berdalih jalan yang digunakan sepi pada jam-jam tertentu, namun begitu ada yang kendaraan yang mau melintas, kemudian seolah-olah jalan ditutup, kan kasihan para pengguna jalan,” jelas Afrian.

Tak sampai di situ, Afrian juga mengatakan, kegiatan tersebut mengundang banyak massa, sehingga kurang bijak ketika harus dipaksakan.

“Kalau memang berniat untuk olahraga, ya sudah silakan lakukan di fasiltas yang ada. Kemudian apakah bisa menjamin protokol kesehatan akan dijalankan secara maksimal. Kita mencegah timbulnya klaster baru,” katanya.

Tags: , ,