Kejiwaan Pembunuh Yulia Dipastikan Waras

Kejiwaan Pembunuh Yulia Dipastikan Waras

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, dalam rekontruksi peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di Sukohajo. Korban Yulia dipukul linggis sebanyak tujuh kali dibagian kepala hingga meregang nyawa, sebelum jasadnya dibakar di dalam mobil Daihatsu Xenia pada hari Selasa (20/10/2020) malam.

Yulia dihabisi di kandang ayam milik pelaku di Dukuh Ngesong, Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Hal ini terungkap dalam pra-rekonstruksi yang digelar Polres Sukoharjo di lokasi kandang ayam pada hari Senin (26/10/2020) kemarin.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari Selasa (27/10/2020) kemarin, Eko Prasetyo, 30, pelaku pembunuhan sadis Yulia, 42, warga Pasar Kliwon, Kota Solo, menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.

Baca Juga:  OTT KPK Kemensos, Mensos: Berpangkat Eselon 3

Polisi memastikan Eko Prasetyo, 30, pembunuh Yulia tersebut tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Fakta tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan kejiwaan Eko Prasetyo dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Sukoharjo yang telah diterima polisi.

Tersangka secara sadar membunuh Yulia tanpa pengaruh alkohol.

Pada hari Selasa (27/10/2020) kemarin, AKBP Bambang Yugo Pamungkas -Kapolres Sukoharjo- menuturkan, “Eko sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir Soekarno. Hasilnya telah kami terima bahwa tersangka sehat dan tidak ada indikasi mengalami gangguan kejiwaan”.

Kemarin pelaku jalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Ir Soekarno sekitar pukul 10.00 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Pria pembunuh Yulia ini menjalani pemeriksaan kejiwaan kurang lebih satu jam.

Baca Juga:  Ratusan Aparat Gabungan Bersiaga Untuk Amankan Debat Kedua Pilkada Solo

Saat ditanya mengenai kabar tersangka pernah terjerat kasus kriminal di Jakarta, Yugo menegaskan, bahwa masih melakukan penyelidikan.

Kapolres juga menyatakan bahwa tersangka Eko baru kali pertama melakukan pembunuhan. Tindakan pelaku dipicu motif ingin menguasai harta korban. Sebab selain terlilit utang Rp 145 juta kepada korban, tersangka juga memiliki utang ke pihak lain.

“Jadi tersangka murni ingin menguasai harta korban,” jelas Yugo.

Kapolres juga mengatakan bahwa tersangka telah merencanakan pembunuhan tepat sehari sebelum mengeksekusi Yulia pada Selasa (20/10/2020).

Tags: , ,