Kelar Pekan Ini, Uji Tuntas Cathay & Bank Mayapada

Kelar Pekan Ini, Uji Tuntas Cathay & Bank Mayapada

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyatakan bahwa uji tuntas atau due dilligence pada Cathay Financial Holding untuk masuk sebagai pemegang saham PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) saat ini hanya menunggu hari. Perusahaan Taiwan itu akan menyelesaikan uji tuntas ini di OJK minggu ini.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo, mengatakan bahwa proses uji tuntas untuk menentukan valuasi saham masih berlangsung di OJK.

“Masih melakukan due diligence buat valuasi sahamnya untuk rights issue [penerbitan saham baru]. Sepertinya gitu [selesai pekan ini],” kata Slamet, Selasa (14/7/2020).

Slamet masih enggan menyebutkan berapa besar rencana perusahaan ini akan mencaplok saham di bank milik Grup Mayapada, yang dibangun oleh taipan Dato’ Sri Tahir ini.

Baca Juga:  OJK Solo Jadwal Ulang Pertemuan Dengan Maybank Karena Nasabah Absen

Cathay Financial Holding saat ini telah memiliki 37,33% saham Bank Mayapada melalui anak usahanya Cathay Life Insurance Co Ltd. Cathay akan masuk melalui aksi korporasi yang dilakukan Bank Mayapada yakni penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Hanya saja Slamet belum memberikan penegasan apakah Cathay akan menjadi pengendali baru Mayapada.

“Dia akan menjadi mayoritas, mungkin Pak Tahir akan delusi turun kepemilikannya. Ya tidak apa-apa, yang penting dia punya kemampuan keuangan yang bagus. Cathay ini sebenarnya lembaga keuangan terbesar di Taiwan, itu besar. Artinya kita tidak perlu khawatir,” kata Slamet, Senin (13/7/2020).

Bank Mayapada memang telah diamanatkan oleh OJK untuk menambah modalnya. Tahir, sebagai pemilik, telah menambah modal ke Bank Mayapada beberapa kali. Pertama, ia menyuntikkan Rp 3,75 triliun ke dalam modal. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan bahwa Tahir telah menyetor setoran tunai sebesar Rp 1 triliun.

Baca Juga:  Dua Anak Buah Edhy Prabowo Menyerahkan Diri Ke KPK

Dia juga mengatakan bahwa Tahir juga telah menyetor aset senilai Rp 17,9 triliun ke dalam modal Bank Mayapada. Aset berasal dari debitur dengan kredit macet, termasuk kelompok tertentu yang akan memperoleh kredit di luar BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit).

Tags: , ,