Keluarga Tak Tahu Hasil Swab Pasien Covid-19 yang Kabur Dari RS Moewardi

Keluarga Tak Tahu Hasil Swab Pasien Covid-19 yang Kabur Dari RS Moewardi

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Jebres, Solo, kabur saat menjalani perawatan di RS Moewardi hari Selasa (27/10/2020) pagi. Sampai dengan hari Rabu (28/10/2020) siang, yang bersangkutan belum ditemukan.

Dari penelusuran, diketahui pasien tersebut tidak pulang ke rumah dan belum diketahui pasti ke mana pasien ini pergi.

Mengetahui hal tersebut, Sulistiarini selaku Camat Jebres langsung berkoordinasi dengan RT/RW tempat domisili yang bersangkutan.

Pihak RT/RW pun langsung mengecek ke rumah pasien Covid-19 yang kabur dari RS Moewardi dan hanya menemukan sang istri dan kedua anaknya.

Pada hari Rabu (28/10/2020), Sulistiarini menuturkan, “Mereka kemudian mengecek ke rumah dan hanya mendapati hanya istri dan dua anaknya yang berada di rumah. Pasien ini tidak pulang ke rumah”.

Baca Juga:  Jika Terpilih Nanti, Bajo Janjikan Bangun Kereta Bawah Tanah, Jalan Layang, Hingga Rusun

Istrinya yang baru kembali dari tempat kerja pun diminta untuk menghubungi suaminya. Namun, si pasien tidak merespons.

Sulistiarini menjelaskan, “Istrinya yang ternyata baru pulang dari tempat kerja berusaha menghubungi ponselnya, tapi tidak ada respons. Kami minta istrinya juga mengontak keluarga dan kerabat yang mungkin didatangi pasien, untuk segera melapor”.

Camat Jebres itu juga menambahkan bahwa keluarga belum mengetahui status pasien yang kabur dari RS Moewardi itu apakah terkonfirmasi positif Covid-19 atau sebaliknya.

Sementara itu, menurut cerita istrinya, pada hari Jumat (23/10/2020) lalu suaminya mulai merasa tidak enak badan. Setelah itu, dia memeriksakan diri ke dokter umum lalu ke salah satu RS swasta baru dirujuk untuk periksa ke RSUD dr Moewardi Solo.

Baca Juga:  Pemkot Solo Larang Kegiatan Perayaan Pergantian Tahun

Selama di RS Moewardi, suaminya telah diuji swab dua kali tetapi istrinya tidak mengetahui hasilnya.

Petugas puskesmas kemudian melakukan tracing ke keluarga serta meminta istri dan anak pasien tersebut melakukan karantina mandiri.

Sulistiarini menegaskan, “Saya sampaikan kepada pengurus RT/RW, mereka harus aktif Jogo Tonggo dan kami minta mengawasi keluarga yang karantina dan membantu mencukupi kebutuhan harian keluarga yang dikarantina. Nah, salah satu tetangga pasien ini adalah anggota Satlinmas, dia kami minta memantau dan mengawasi apabila pasien pulang ke rumah”.

Tags: , ,