Kemenangan Biden-Harris di Pilpres AS Jadi Angin Segar Bagi Industri Tekstil Soloraya

Terpilihnya Joe Biden–Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) periode 2021-2025 menjadi angin segar bagi pelaku industri tekstil di Indonesia, khususnya Soloraya.

Sinyal positif ini mengacu pada kebijakan memperpanjang fasilitas Generalized System Preferences (GSP) untuk Indonesia sehingga harga produk Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk impor lainnya di AS.

Pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Liliek Setiawan, mengatakan ekspor tekstil barang jadi dari Jateng khususnya Soloraya, pangsanya paling besar ke AS. Sektor ini pun menyumbang devisa terbesar pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Apalagi banyak industri shifting ke Soloraya. Hal ini membuat Soloraya memerankan peranan lebih penting. Tantangannya, saat ini negara berkembang lainnya juga menggarap industri TPT,” ujarnya.

Ia mencontohkan Vietnam yang termasuk pemain baru, valuasi ekspor tekstilnya mencapai US$ 24 miliar. Sedangkan Indonesia, yang industri TPT menjadi penyumbang devisa nonmigas terbesar, valuasi ekspor tekstil termasuk dari Soloraya hanya US$ 12,9 miliar (2019).

Baca Juga:  Mantan Napi Kasus Bom Bali Ajukan Permintaan Khusus Kepada Gibran, Apa Itu?

“Bahkan, Vietnam mengaver 6% kebutuhan TPT dunia, sementara Indonesia hanya 1,6%. Ini masalah serius. Kalau tidak ada pembenahan khususnya sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas mesin, kita bakal tertinggal jauh,” imbuhnya.

Lilik menggarisbawahi industri TPT mesti ada dukungan dari pemerintah. Salah satu upaya pemerintah yang sudah jalan adalah pengembangan SDM melalui Akademi Komunitas (AK) Tekstil Solo.

Dalam hal ini, mahasiswa AK Tekstil langsung terserap menjadi tenaga kerja perusahaan tertentu. Selain SDM, industri TPT juga butuh peremajaan mesin.

Menurutnya, banyak mesin industri ini sudah terlalu tua. Maka dari itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri TPT jadi kebutuhan mendesak.

Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Solo dalam Indikator Ekonomi Kota Solo 2019 menyebut komoditas utama ekspor masih dominan tekstil dan turunannya. Kemudian mebel, batik, kantong plastik dan kerajinan kayu/rotan.

Baca Juga:  Bupati Karanganyar Tak Beri Ijin Gelar Pesta Kembang Api

Beberapa negara tujuan ekspor utama Kota Solo adalah Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, Perancis, Spanyol, China, dan Jepang serta Turki.

Sedangkan Dinas Perdagangan Kota Solo mencatat nilai ekspor Kota Solo pada 2018 mencapai US$ 44,126 juta. Nilai ini turun pada 2019, yakni sebesar US$ 43,375 juta.

Selain itu, tiga komoditas terbesar dalam realisasi ekspor Kota Solo menurut komoditas pada 2019, terbanyak adalah TPT sebesar 45,39 %, kemudian batik 24,35%, dan kantong plastik 12,21%.

Sementara nilai free on board (FOB) TPT Solo US$ 19,668 juta.

Tags: , ,