Keraton Solo Akan Gelar Kirab Malem Selikuran

Warga Terpapar Covid-19 Klaster Tarawih di Banyumas Dievakuasi Muncul kasus virus Covid-19 dari klaster salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pemkab Banyumas mengevakuasi warga desa untuk menjalani karantina. Pada Jumat (30/4/2021) kemarin, Puluhan warga Desa Pekaja dibawa dengan menggunakan dua bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas ke tempat karantina Diklat Baturraden. Agus Nur Hadie selaku Kepala Dishub Banyumas mengatakan, "Ada dua bus yang digunakan untuk mengangkut klaster salat tarawih membawa 31 orang. Sebanyak 20 orang laki-laki dan sebelas lainnya perempuan dibawa ke rumah karantina diklat Baturraden". Sementara itu, Achmad Husein selaku Bupati Banyumas membenarkan bahwa warga Desa Pekaja dievakuasi untuk menjalani karantina. Achmad mengatakan, "Iya, malam ini warga Desa Pekaja yang positif dibawa untuk karantina". Untuk informasi, puluhan orang tercatat positif virus Covid-19 dari klaster salat tarawih dari dua desa di Banyumas. Berdasarkan dari data yang disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein, kasus klaster tarawih Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor tercatat ada 45 warga yang terpapar Corona. Dari jumlah tersebut seorang dirawat di RSUD Banyumas, dan 44 orang lainnya menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dari petugas puskesmas. Kemudian dari klaster Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, tercatat ada 7 orang yang positif Corona. Ketujuh orang tersebut menjalani Diklat di Baturaden. SEO: Warga Terpapar Covid-19 Klaster Tarawih di Banyumas Dievakuasi Deskripsi: Muncul kasus virus Covid-19 dari klaster salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kategori: Nasional Kesehatan TAG: Covid-19 Virus Corona Banyumas

Pada hari Minggu (2/5/2021) malam mendatang, Keraton Kasunanan Surakarta akan menyelenggarakan Hajad Dalem Malem Selikuran.

Tradisi yang sudah dilakukan turun menurun sejak masa Paku Buwana (PB) X tersebut akan digelar di Masjid Agung Surakarta dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

KGPH Adipati Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton menyampaikan bahwa pada masa PB X, Malam Selikuran diisi dengan kirab seribu tumpeng yang dibawa dalam acak cantaka (jodang ukuran kecil) dari keraton menuju Taman Sriwedari dan dikawal prajurit keraton yang membawa lampu ting.

Melansir radarsolo pada hari Jumat (30/4/2021) kemarin, Gusti Dipo mengatakan, “Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan teknis kirab Malam Selikuran, yaitu dari keraton menuju Masjid Agung Surakarta”.

Baca Juga:  Penjelasan Sang Merah Putih Gagal Berkibar di Stadion Sriwedari Solo

Pada Kirab Malam Selikuran hari Minggu (2/5/2021) mendatang, akan digelar pada pukul 20.00.

Kirab akan diawali dari Bangsal Smarakata (lingkungan keraton) lantas menuju Masjid Agung Surakarta.

Gusti Dipo menjelaskan, “Pesertanya 150 orang. Karena masih pandemi, jadi dibatasi. Pelaksanaannya sesuai arahan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat”.

Dalam kirab nantinya diarak ratusan lampu ting dan seribu tumpeng. Sesampainya di Masjid Agung Surakarta, tumpeng akan didoakan oleh ulama keraton, dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.

Gusti Dipo menyampaikan, “Seribu tumpeng ini simbol dari malam seribu bulan, yakni malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Jadi kirab ini merupakan akulturasi Islam dan budaya Jawa”.

Tags: , ,