Khawatir Covid-19 Meledak, Bupati Karanganyar Usul Libur Akhir Tahun Dihapus

Khawatir Covid-19 Meledak, Bupati Karanganyar Usul Libur Akhir Tahun Dihapus

Juliyatmono selaku Bupati Karanganyar mengusulkan bahwa libur panjang akhir tahun 2020 untuk dihapuskan.

Bupati mengkhawatirkan soal persebaran Covid-19 yang akan menimbulkan dampak setelah libur panjang.

Usulan tersebut disampaikan oleh Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu pada hari Rabu (25/11/2020) kemarin, di sela-sela kesibukan menghadiri rapat virtual di Ruang Podang I kompleks Kantor Bupati Karanganyar.

Apabila mengacu kepada keputusan pemerintah pusat maka aparatur sipil negara (ASN) akan mendapat jatah 11 hari libur panjang mulai Kamis (24/12/2020) hingga Minggu (3/1/2021).

Hitungan itu dua hari libur nasional, lima hari cuti bersama, ditambah libur Sabtu dan Minggu.

Yuli mengatakan, “Pemerintah mengatur cuti dan libur (nasional) karena beberapa waktu lalu tidak digunakan. Saat itu kan pemerintah memperkirakan Covid-19 bisa dilalui 3-6 bulan sehingga cuti dikumpulkan di akhir tahun”.

Namun sayangnya, perkiraan pemerintah pusat perihal pandemi Covid-19 meleset dan persebaran Covid-19 masih terus terjadi.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait ledakan kasus Covid-19 apabila pemerintah pusat nekat menetapkan akhir tahun sebagai libur panjang.

Orang nomer satu di Karanganyar itu menjelaskan, “(Khawatir) menjadi klaster baru Covid-19. Itu dari aspek risiko daripada harus libur, risiko penularan dan persebaran tidak terkendali. Saat libur panjang tidak bisa mencegah orang bepergian sekalipun di dalam daerah. Mobilitas tinggi”.

Bupati juga mengusulkan kebijakan khusus apabila pemerintah memutuskan menghapus cuti dan libur akhir tahun. Pihaknya mengusulkan pemberian kompensasi untuk ASN.

Penghitungan kompensasi mengacu formula tertentu, seperti jam kerja, golongan, dan lain-lain. Dia menyerahkan hal itu kepada pemerintah pusat.

Yuli menyampaikan, “Kalau saya daripada libur panjang lebih baik berikan ASN kompensasi insentif. Kompensasi dari pemerintah pusat. Bagaimanapun (cuti dan libur) hak mereka. Tetapi penghapusan libur bisa menekan risiko persebaran Covid-19. ASN cukup libur normal (Sabtu dan Minggu)”.

Masih menurut Bupati, libur panjang akhir tahun dianggap tidak efektif. Salah satunya adalah berkaitan dengan kinerja ASN.

Yuli menyebut bahwa pekerjaan ASN cenderung lebih banyak saat akhir tahun. Terutama berkaitan dengan administrasi.

Ia menuturkan, “Kalau (libur) ditumpuk pada akhir tahun, (ASN) bisa nyaris tidak ada aktivitas. Padahal akhir tahun itu bulan sibuk bagi pemerintah. Jadi jauh lebih produktif bekerja tetapi mendapatkan penghargaan karena hak libur dihapus”.

Tags: , ,