Kisah Inspiratif, Mbah Waryono yang Masih Tetap Bekerja Walau Usia Hampir Seabad

Mbah Waryono, itulah sapaan panggilannya. Meski umurnya hampir seabad, tak jadi penghalang baginya untuk tetap bersemangat bekerja dan menghasilkan uang.

Mbah Waryono berusia 98 tahun dan tinggal di Jalan Palir Lestari, RT 04 RW 09, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan.

Dia memiliki bengkel yang ada di depan rumahnya. Kesehariannya membuat komponen engsel untuk knalpot dari ban yang dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam sehari, dia dapat membuat 200 komponen dengan harga Rp 2.000/biji.

Pria kelahiran 1922 itu mengantarkan komponen knalpot ke pelanggan dengan mengayuh sepeda. Seperti di daerah Banjir Kanal, Kaligawe, Pasar Genuk, Sayung dan Alastua dan Penggaron. Kemudian di Pedurungan, Srondol, Banyumanik, hingga Ungaran. Biasanya juga ke Kaliwungu Brangsong dan Cepiring.

“Kalau pas nanjak sepedanya dituntun”, ujar Mbah Waryono yang hidup sebatang kara di Semarang.

Ia ditinggal istrinya sembilan tahun lalu.

Cerita Mbah Waryono pun terdengar hingga ke telinga Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Wali kota yang akrab disapa Hendi ini pun terharu dan simpatik melihat semangat kerja Mbah Waryono. Meski sudah berusia 98 tahun namun tetap semangat untuk bekerja.

Mbah Waryono Dikenal Pantang Menyerah

“Suatu ketika ada yang datang ke kantor saya dan bercerita jika dirinya memiliki tetangga bernama mbah Waryono. Beliau berusia hampir 100 tahun dan tidak dapat mendengar. Mohon untuk dibantu”, terang Hendi saat ditemui usai penyerahan bantuan di rumah Mbah Waryono, Selasa (23/9).

Hendi pun bergegas ke rumah Mbah Waryono dengan mengajak Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman. Hendi pun simpatik, pasalnya, meski sudah lanjut usia, namun tidak pantang menyerah. Mbah Waryono masih bisa membuat 200 biji engsel untuk kenalpot dalam sehari.

“Meski sudah sepuh, tapi semangatnya luar biasa. Ini menjadi pelajaran buat semua, agar tidak menyerah meskipun sudah tua,” tambah Hendi.

Senada dengan Wali Kota, Pilus, sapaan akrab Ketua DPRD Kota Semarang mengatakan jika kisah hidup Mbah Waryono bisa menjadi panutan, contoh, dan penyemangat untuk bisa bekerja dan berkarya. Disampaikannya, yang muda, harus tetap bersemangat dan lebih bersemangat dari Mbah Waryono yang sudah sepuh.

Mbah Waryono memiliki keahlian membuat komponen knalpot karena dulu pernah bekerja di bengkel knalpot. Namun, dia memilih untuk keluar karena memperoleh upah yang sangat minim untuk memenuhi kebutuhan.

Berbekal dari kemampuan yang dimiliki, Mbah Waryono mencoba untuk membuka bengkel sendiri. Mbah Waryono melanjutkan hidup dengan bekerja di bengkel milik pribadinya dengan membuat komponen knalpot dari ban bekas.

Tags: , ,