Klaten Kini Menjadi Zona Merah Covid 19 Setelah 2 Pekan Ditetapkan Zona Hijau

Setelah 2 Pekan Zona Hijau, Kini Klaten Menjadi Zona Merah

Kabupaten Klaten kembali ke status zona merah Covid-19 setelah pemenuhan serangkaian indikator yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Pusat. Itu terjadi setelah lebih dari dua minggu Klaten telah diputuskan untuk mendapatkan status zona hijau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 5 Juli 2020.

Tingkat reproduksi penularan adalah salah satu alasan mengapa Klaten berstatus zona merah. Hal ini diungkapkan oleh koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

“Kabupaten Klaten saat ini masuk lagi dalam zona merah Covid-19,” ungkap Ronny, Selasa (21/7/2020).

Tingkat reproduksi penularan di Klaten, lanjut Ronny, mencapai 2,2 atau setiap orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berpotensi menularkan dua hingga tiga orang lainnya.

Baca Juga:  3 Kecamatan di Karanganyar Jadi Fokus Razia Masker, Mana Saja?

“Memang seperti yang saya sampaikan setiap minggunya itu sudah ada perhitungan,” jelasnya.

Terlebih lagi, kasus terakhir penularan Covid-19 ditularkan yang berasal dari luar kabupaten.

“Seperti contoh kasus terakhir dari Kudus, kita kecolongan,” ujar Ronny.

“Kita sudah minta kepala desa hingga ketua RW untuk melakukan pendataan terhadap Warga Klaten yang bekerja di luar kota tetapi bolak-balik ke Klaten,” papar dia.

“Jika sakit sudah pasti karantina dilakukan pemeriksaan lanjut,” jelas ronny

Ronny mengatakan, jika masyarakat berasal dari lingkungan kerja terdapat pasien positif Covid-19 perlu dilakukan rapid test maupun tes swab.

“Hal itu bagian dari skrining apakah terjangkit virus corona atau tidak, itu hnguk mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19 kembali,” ujar Ronny.

Baca Juga:  Debat Terbuka Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Digelar 6 November 2020

Selain itu, Ronny menegaskan perlunya mendisiplinkan warga dalam penggunaan masker. Menurutnya, itu adalah kunci untuk memutus rantai distribusi Covid-19. Karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan operasi untuk menggunakan masker.

“Kita terus giatkan patroli gabungan untuk penegakan penggunaan masker, kita juga masih menanti perpres terkait sanksi yang bersifat nasional,” tutur Ronny.

“Jika tidak ada akan kita lakukan peningkatan kualitas sanksi untuk penahanan e-KTP lima hari sampai 10 hari,” tandasnya.

Tags: , ,