KLB Covid-19 Sukoharjo Diperpanjang Sampai Akhir November

KLB Covid-19 Sukoharjo Diperpanjang Sampai Akhir November

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) corona di Sukoharjo kembali diperpanjang hingga akhir bulan November oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Dalam Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 440/640 Tahun 2020 tertanggal 27 Oktober 2020, status KLB kali kelima diperpanjang.

Wardoyo Wijaya selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Sukoharjo sekaligus Bupati Sukoharjo menjelaskan bahwa perpanjangan KLB ini pertimbangannya adalah angka penambahan kasus positif corona masih tinggi.

Dengan begitu, hal tersebut tentunya memerlukan upaya penanganan yang lebih optimal.

Pada hari Senin (2/11/2020), Wardoyo mengatakan, “Kasus positif corona di Sukoharjo belum turun, malah terus naik. Jadi KLB belum bisa dicabut dan masih kita perpanjang lagi”.

Orang nomer satu di Sukoharjo itu menyampaikan bahwa selama KLB, kegiatan masyarakat sudah diatur. Di mana aktivitas kegiatan sosial budaya di Kabupaten Sukoharjo juga sudah dilonggarkan.

Kegiatan seperti hajatan atau keramaian boleh digelar masyarakat. Tetapi, tentu harus didasari dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri paling banyak 50 orang.

Baca Juga:  Kedatangan Bhayangkara FC Disambut Baik Oleh Wali Kota Solo

Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 440/2031/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 tentang ketentuan pelaksanaan kegiatan di bidang sosial budaya selama masa pandemi virus corona.

SE tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dana Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona.

SE itu juga mengacu pada Perbup Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Terhadap Protokol Kesehatan Kesehatan Dalam Penanganan Virus Corona dan Penerapan Adaptasi kebiasaan Baru Produktif dan Aman Corona.

SE tersebut memuat beberapa hal, diantaranya adalh mengatur pertemuan serta mobilitas orang di ruang publik untuk kegiatan atau acara khusus di bidang sosial budaya harus diberlakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Kegiatan yang dimaksud yakni seperti resepsi pernikahan, khitanan, pemakaman, keagamaan, budaya, konser musik, acara olahraga, dan sejenisnya.

Baca Juga:  Rumah Sakit Rujukan Di Sukoharjo Diminta Tambah Ruang Isolasi Covid-19, Ada Apa?

Lalu, kegiatan perayaan yang menyebabkan keramaian juga wajib memiliki izin dari instansi terkait.

Wardoyo juga mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, pakai masker, dan rajin cui tangan dengan sabun.

Jika melihat data per 1 November, tidak ada kenaikan kasus positif Covid-19 di Sukoharjo setelah dua hari sebelumnya ada kenaikan 41 kasus baru.

Secara akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo tercatat sebanyak 1.074 kasus. Dari jumlah itu, kasus positif Covid-19 yang masih aktif sebanyak 176 kasus.

Untuk informasi, KLB Sukoharjo pertama kali ditetapkan yakni 23 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020 silam. Kemudian diperpanjang dua bulan hingga akhir bulan Juli hingga Agustus.

Tetapi karena angka kasus Covid-19 di Sukoharjo kembali naik, KLB diperpanjang hingga 30 September 2020. Kini status KLB kembali diperpanjang untuk kelima kalinya hingga 30 November 2020 mendatang.

Tags: , ,