Kompetisi Mandek, Asisten Pelatih Persis Solo Banting Stir Jadi Kuli Bangunan dan Jualan Soto

Kompetisi Mandek, Asisten Pelatih Persis Solo Banting Stir Jadi Kuli Bangunan dan Jualan Soto

Semenjak kompetisi berhenti selama hampir genap setahun, Choirul Huda selaku Asisten Pelatih Persis Solo harus membanting tulangnya lebih keras untuk menghidupi keluarga.

Segala jenis kerja yang jauh dari kulit bundar terpaksa dilakoni demi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.

Pada hari Minggu (31/1/2021) kemarin, Cak Irul, sapaan akrabnya mengatakan, “Saya semenjak pulang dari Solo awal bulan November kerja di proyek pembangunan killing tower di molindo lawang”.

Di proyek tersebut, ia bertugas mengawasi jalannya pembangunan, tetapi tak jarang ia harus turun menjadi kuli bangunan.

Ia menuturkan, “Kalau pekerjanya tidak ada yang membantu, saya biasa ikut membantu menjadi kuli”.

Selain itu, dirinya juga menjadi penjual soto seusai pekerjaan proyeknya rampung.

Baca Juga:  Proyek Masjid Kado Pangeran Arab Belum Mulai, Ini Penjelasan Gibran

Ia membuka lapak dirumahnya di Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Malang.

Dirinya membuka lapak dirumahnya, di Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, sebuah dusun yang berjarak dari Kota Malang yang riuh.

Ia menambahkan, “2 minggu ini saya jualan Soto Lamongan di rumah yang dulu pernah saya rintis sejak 2015, pada waktu PSSI sedang di skorsing FIFA”.

Ia juga mengaku tak malu dengan segala jenis pekerjaannya itu, yang terpenting anak istrinya bisa makan.

“Semuanya saya jalani karena saya tidak mau situasi ketidak jelasan sepak bola ini berimbas ke keluarga, karena jujur selama ini saya cuma tergantung cari nafkah di sepak bola,” pungkasnya.

Ia juga berharap bahwa kompetisi Liga cepat digulirkan, pasalnya dampak dari hal tersebut tidak hanya dirasakan olehnya, tetap juga semua yang terlibat.

Tags: , ,