Korea Utara Ungkap Ditemukannya Kasus Pertama Covid-19

Korea Utara Ungkap Ditemukannya Kasus Pertama Covid-19

Meskipun pandemi global virus Covid-19 sudah berlangsung lebih dari setengah tahun lebih, Korea Utara akhirnya melaporkan ditemukannya kasus pertama Covid-19 di wilayahnya.

Untuk informasi, Badan Kesehatan dunia (WHO) mencatat situasi global Covid-19 per 25 Juli 2020 telah ada 15.581.009 kasus positif, di mana 635.173 berujung kematian.

Terbanyak ditemukannya kasus Covid-19 antara lain, di Amerika Serikat (AS) yakni 4.009.808, disusul Brazil (2.287.475), dan India (1.336.861).

Sebelumnya, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu mengklaim wilayahnya masih bersih dari kasus Covid-19. Perbatasan negeri itu pun ditutup demi mencegah pembawa virus Covid-19.

Mengutip dari kantor berita Korut, KCNA, kasus Covid-19 itu berasal dari seorang warga yang masuk ke wilayah tersebut secara ilegal.

Baca Juga:  Akhir Pekan Lalu, Kasus Covid-19 di Solo Cetak Rekor

Penyiar berita KCNA mengatakan, “Seseorang yang suspek telah terinfeksi dengan virus ganas telah dikembalikan pada 19 Juli setelah secara ilegal menyeberang garis demarkasi,”

KCNA menyampaikan bahwa pembawa virus Covid-19 itu adalah seseorang yang “melarikan diri ke Selatan tiga tahun lalu.”

Dan orang yang dimaksud itu kini ditemukan di kota Kaesong, yang berbatasan dengan Korea Selatan.

Sebagai langkah utama, yang bersangkutan saat ini dipaksa untuk menjalani karantina.

KCNA dalam siaranya mengatakan, “Dan semua orang…siapa pun yang pernah kontak dengan orang itu, dan mereka yang berada di kota itu dalam lima hari terakhir pun akan dicek kembali dan dikarantina”.

Kim Jong-un -Presiden Korea Utara- secara cepat menggelar pertemuan darurat politburo atas kejadian tersebut agar tidak menimbulkan kehancuran dan bencana kematian.

Baca Juga:  September-Oktober, Kasus Anak Positif Covid-19 Solo Naik Drastis

Pemimpin Korut itu menyampaikan meskipun ada pencegahan dan penangkalan yang ketat, virus itu bisa saja telah masuk ke negara itu.

Namun Kim telah menegaskan bahwa telah memblokade kota Kaesong hingga 24 Juli, sejak dugaan suspek tersebut terdeteksi pada 19 Juli lalu.

Tags: , ,