Koreksi Harga Bitcoin Sebagai Tren Yang Wajar?

Koreksi Harga Bitcoin Sebagai Tren Yang Wajar?

Pergerakan harga Bitcoin mulai berbalik arah, setelah berada dalam tren penguatan pada awal tahun.

Melansir Coinmarketcap.com, harga mata uang digital populer itu terpantau sempat menyentuh US$ 41.000 per BTC pada pekan lalu.

Tetapi, selepas itu justru berada dalam tren koreksi dan sempat terjun ke US$ 34.000 per BTC.

Namun demikian, harga mata uang kripto itu kini sudah mulai kembali naik. Pada hari Jumat (15/1/2021) pukul 17.20 WIB kemarin, harga Bitcoin sudah berada di level US$ 38.561 per BTC.

Christopher Tahir selaku Co-founder dari Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar menjelaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin yang volatile tersebut masih dalam kondisi wajar.

Baca Juga:  Survei: Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara

Ia menyebut bahwa kenaikan parabolik yang terjadi semenjak pertengahan tahun lalu ini justru akan lebih baik jika bisa dijaga risikonya.

Melansir dari investasi.kontan.co.id, Christopher menuturkan, “Berkaca dari 2017 silam, ketika terjadi kenaikan parabolik lalu diiringi koreksi 20-30% sebenarnya cukup wajar. Di luar terjadi koreksi, adapun tren positif Bitcoin belakangan ini tidak terlepas dari likuiditas yang saat ini membanjiri pasar”.

Penguatan mata uang cryptocurrency tersebut juga tidak terlepas dari pembelian masif yang dilakukan oleh investor institusi.

Christopher menyebut, institusi seperti Microstrategy, Grayscale, Paypal, Square (milik Twitter).

Sementara itu, aksi dari JP Morgan yang meng-upgrade outlook Bitcoin akan mendorong semakin banyak institusi yang masuk atau menjadikan Bitcoin sebagai alat transaksinya.

Baca Juga:  Ini yang Terjadi Jika Tolak Aturan Privasi WhatsApp pada 15 Mei Mendatang

Maka dari itu, Christopher meyakini kedua sentimen tersebut masih akan jadi faktor yang mendorong kenaikan harga Bitcoin ke depan.

Hingga akhir tahun nanti, Christopher percaya harga Bitcoin punya peluang menuju US$ 100.000 – US$ 250.000 per btc.

Tags: , ,