Koruptor: Manusia Serakah

Koruptor Buronan

Surakarta, SOLORAYA.ID – Korupsi atau rasuah merupakan sebuah tindakan oleh pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Korupsi juga sesuai dengan tipologi sosial Erich Fromm yang dibagi dalam 2 karakter sosial dan yang mendominasi dari kepribadian seorang koruptor adalah nonproductiviness (hidup yang berorientasi pada negatif) hal itu juga masih dibagi dalam 5 kategori, yaitu :

1.Receptive adalah orang independen, pasif, tidak mampu melihat hubungan antara perbuatan dengan hasilnya.

2.Hoarding adalah orang yang menarik diri dari dunia eksternal, menyimpan hasil kerja untuk diri sendiri atau kikir, dan semaunya sendiri.

Baca Juga:  Wali Kota Solo Akan Siaran Perdana di Uji Coba TV Pendidikan Milik Pemkot

3.Eksplotatif adalah mengambil dari orang lain dengan kekuatan dan tipu muslihat. Mereka tidak menghasilkan sesuatu dengan keringatnya sendiri tetapi memanfaatkan orang lain.

4.Marketing adalah dengan menjaga penampilan tetap menarik agar layak jual. Tidak benar-benar peduli dengan orang lain, yang hanya dipandang sebagai sumbe potensial yang memberi keuntungan.

5.Necrophilous adalah orang yang senang akan penderitaan orang lain, kerusakan dan kehancuran. Menyelesaikan masalah dengan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Indonesia dalam minggu ini digegerkan dengan buronan koruptor yakni Djoko Tjandra terkait kasus Bank Bali. Djoko Tjandra yang saat ini masih dicari sebagai buron istimewa.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, “Fokus kita saat ini adalah bagaimana membawa pulang kembali Djoko Tjandra untuk buka semua tabir dan proses pidana terhadap pelaku yang terlibat dalam proses membantu buron Djoko Tjandra,” tegasnya, sebagaimana disampaikan ke kyalayak media.

Baca Juga:  Sidang Perdana, Eks Sekretaris MA dan Menantunya Didakwa Terima Suap

Permasalahan apa sebenarnya yang terjadi di negara Indonesia yang sangat besar ini, sehingga orang yang telah merugikan negara, jika hasil korupsi tersebut digunakan untuk tujuan pendidikan akan jauh sangat bermanfaat.

Lalu bagaimana pendidikan sekarang memusnahkan poin ketiga yaitu eksplotatif dari calon generasi penerus bangsa, supaya bangsa ini tidak ada lagi orang yang menjadi koruptor.

Mari jangan diam, hindari bibit korupsi sejak dini dari anak-anak usia dini yang dimulai dari diri sendiri. **

Tags: , ,