KPK Akan Selidiki Identitas Pemberi 100 Ribu Dolar Singapura Ke Koordinator MAKI

KPK Akan Selidiki Identitas Pemberi 100 Ribu Dolar Singapura Ke Koordinator MAKI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat akan segera menelusuri darimana asalnya sumber uang 100 ribu Dolar Singapura (SGD). Uang itu sebelumnya telah diserahkan Boyamin Saiman selaku Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK.

“Memang bisa dilihat nanti siapa yang memberi (uang 100 ribu SGD) kaitannya apa, kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Gratifikasi (KPK) yang kemarin menerima penyerahan uang itu untuk dicek lebih dalam karena Pak Boyamin (Boyamin Saiman/MAKI) sendiri kemarin kan hanya menyebut inisialnya saja,” kata Deputi Penindakan Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2020).

“Nanti biar rekan-rekan kami dari Direktorat Gratifikasi (KPK) untuk melihat motivasi maupun ‘background‘ siapa yang memberikan dan maksud dan tujuannya apa, setelah itu, baru kami akan dalami juga,” jelasnya.

Baca Juga:  Sidang Perdana, Eks Sekretaris MA dan Menantunya Didakwa Terima Suap

Karyoto mengatakan, pihaknya menghargai terkait penyerahan uang gratifikasi yang dilakukan Boyamin kepada KPK padahal Boyamin bukanlah termasuk dalam golongan penyelenggara negara.

“Kita sangat hargai peran serta masyarakat dan Pak Boyamin (MAKI) cukup luar biasa juga dan kita lihat memang kalau dikatakan sebagai gratifikasi itu kan (Boyamin) bukan penyelenggara negara dan bukan pejabat atau tidak punya kewenangan apapun,” ucap Karyoto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Boyamin telah menyerahkan uang 100 ribu SGD tersebut kepada KPK. Menurut Boyamin, pemberian atau penerimaan gratifikasi tersebut diduga terkait kasus perkara tersangka Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Boyamin juga mengakui bahwa pemberian uang tersebut dilakukan setelah dirinya melapor ke KPK soal bukti kasus Djoko Tjandra terkait adanya istilah (bapakku-bapakmu) dan istilah (king maker).

Baca Juga:  KPK Periksa 6 Saksi Kasus Suap Eks Bupati Lampung Tengah

“Jadi setelah saya datang ke sini (KPK) ketemu teman-teman itu, ada teman yang sebenarnya temen lama sekali dan sudah akrab terus dia ngajak ngobrol terus memberikan amplop terus pergi. Teman saya itu tadinya dia ngomong kalau dia diutus oleh temennya yang lain,” kata Boyamin.

“Dia (pihak perantara yang menyerahkan amplop) istilahnya seperti membawa amanah yang dia sendiri juga tidak bisa menolak. Kemudian pada saat itu saya juga tidak bisa menolaknya,” pungkas Boyamin Saiman.

Tags: , ,