KPK Akan Selidiki Uang 100.000 Dollar Singapura yang Dilaporkan MAKI

KPK Akan Selidiki Uang 100.000 Dollar Singapura yang Dilaporkan MAKI

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman sebelumnya diketahui telah melaporkan adanya dugaan penerimaan gratifikasi sebesar 100.000 Dolar Singapura (SGD) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya berjanji akan mengusut atau memeriksa terkait adanya dugaan aliran dana seperti yang dilaporkan Boyamin beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar yang bersangkutan (Boyamin Saiman Koordinator MAKI) sudah melaporkan hal tersebut (dugaan penerimaan gratifikasi) kepada KPK. Berikutnya nanti akan kami verifikasi dan analisis (laporan itu),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Ali tak lupa mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi adanya laporan dari MAKI tersebut terkait dengan dugaan korupsi dan gratifikasi

Baca Juga:  KPK Kembali Periksa 5 Saksi Kasus Jembatan Waterfront City

“KPK mengapresiasi masyarakat (MAKI) yang melaporkan adanya dugaan korupsi dan gratifikasi kepada KPK. Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Boyamin dalam keterangannya menyampaikan bahwa dirinya mengaku telah menerima pemberian uang sebesar 100.000 SGD dari beberapa orang. Dugaan penerimaan uang itu diduga terkait dengan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

“Saya saat itu sudah berusaha menolak pemberian uang tersebut, namun pemberi (penyuap) secara diam-diam menaruh dalam tas milikku dan pemberi itu lantas pergi. Di sisi lain, saya tidak mampu mengembalikan uang tersebut kepada pemberi awal,” kata Boyamin.

Boyamin kemudian menyerahkan uang 100.000 SGD yang diterimanya kepada KPK sebagai bentuk pengembalian gratifikasi, selanjutnya uang tersebut diserahkan kembali kepada negara.

Baca Juga:  Kasus E-KTP, KPK Periksa Eks Dirut PNRI

“Saya (Boyamin Saiman) menyadari bukan penyelenggara negara dalam arti tekstual, namun karena bergerak di bidang pemberantasan korupsi,” jelasnya.

“Saya memahamkan diri menjalankan tugas membantu negara dalam bentuk peran serta masyarakat memberantas korupsi sehingga merasa tidak berhak untuk menerima uang tersebut,” pungkas Boyamin Saiman.

Tags: , ,